Menurut Imam, berdasarkan pemeriksaan sementara, jenazah tersebut bukan warga setempat di Pulau Enggano. Proses autopsi dan pemeriksaan lebih lanjut dilakukan untuk mengungkap identitas serta penyebab kematian jenazah tersebut.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, proses pencocokan DNA dengan rombongan jurnalis yang hilang kontak di sekitar Anak Krakatau masih berlangsung.
"Kita menunggu pencocokan DNA yang sudah diambil dari keluarga teman-teman yang hilang kontak. Kita akan melakukan pencocokan, kami mohon waktu untuk bisa menjelaskan setelah keluar tes DNA dari Polda Bengkulu," pungkasnya.
(Awaludin)