Hasil pemetaan dan pendampingan TEP nantinya diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan usaha masyarakat dalam skala yang lebih besar. Dengan demikian, warga tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga memiliki peluang usaha yang dapat terus berjalan setelah masa pendampingan selesai.
“Transmigrasi hari ini bukan hanya perpindahan penduduk, tetapi juga harus mampu memindahkan masyarakat dari kemiskinan menuju kesejahteraan,” tegasnya.
Iftitah juga menekankan pentingnya mempertemukan kebijakan pembangunan nasional dengan kebutuhan dan potensi masyarakat di tingkat lokal. Dalam proses tersebut, TEP berperan sebagai penghubung antara program pemerintah, pengetahuan perguruan tinggi, dan aspirasi masyarakat.
Dengan paradigma baru tersebut, transmigrasi tidak lagi sekadar berbicara tentang tempat tinggal baru, tetapi menghadirkan penghasilan yang lebih baik, usaha yang berkelanjutan, dan jalan nyata menuju kesejahteraan.
“Kepentingan nasional yang bergerak dari atas harus bertemu dengan kebutuhan masyarakat yang bergerak dari bawah. Para anggota Tim Ekspedisi Patriot hadir untuk menjembatani keduanya,” pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )