Lebih lanjut AMY menyampaikan, kedua partai memiliki kesamaan perjuangan pada isu ekonomi kerakyatan, yaitu penguatan UMKM sebagai salah satu fondasi utama perekonomian nasional.
"PKS dan Golkar memiliki platform pembangunan ekonomi yang sama, yaitu ekonomi berkeadilan yang berpihak pada masyarakat bawah. Kita sepakat mendukung agar UMKM maju, berdaya, dan naik kelas," lanjut AMY.
Terakhir, AMY menyinggung bahwa isu Palestina juga menjadi perhatian dan kesepakatan kedua partai untuk diperjuangkan bersama.
“Dukungan terhadap Palestina adalah amanat konstitusi. PKS dan Golkar meneguhkan komitmen bersama untuk perjuangan kemanusiaan membela Palestina dan akan ditindaklanjuti dengan gerakan bersama," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia menjelaskan, pembahasan RUU Pemilu ini ditujukan untuk mewujudkan iklim demokrasi yang lebih sehat.
"Kita ingin suatu sistem pemilu yang tetap mencerminkan suara rakyat, tetapi juga memungkinkan hadirnya anggota DPR yang berkualitas," kata Bahlil.
Di sisi lain, Bahlil menyampaikan, pertemuan ini menegaskan komitmen kedua partai untuk mempererat komunikasi, koalisi, serta memastikan keberhasilan jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai, PKS memiliki peran penting bagi koalisi pemerintah.
“PKS memiliki posisioning yang bagus dalam koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran. Dan sejauh yang saya tahu, Presiden Prabowo sangat menghargai eksistensi PKS dalam koalisi,” kata Bahlil.
(Awaludin)