JAKARTA - Dunia politik menuntut kemampuan membaca situasi, mengelola banyak kepentingan, sekaligus memastikan gagasan tidak berhenti sebagai wacana. Pengalaman bertahun-tahun bekerja di balik layar produksi televisi menjadi bekal Irfan Niti Sasmita atau Aa Ipank ketika memilih masuk dan membangun kiprah politik di Kota Bogor.
Lahir di Sukabumi, Jawa Barat, Irfan tidak menempuh jalur politik konvensional. Dia menyelesaikan pendidikan Sastra di Universitas Padjadjaran sebelum melanjutkan Magister Ilmu Komunikasi di Universitas Budi Luhur.
Langkah profesionalnya justru dimulai dari industri penyiaran melalui Broadcasting Development Program (BDP) di RCTI. Dari posisi Production Assistant, dia mempelajari ritme produksi, tekanan pekerjaan, hingga akhirnya dipercaya menjadi produser.
"Di dunia broadcasting, Anda dituntut cepat, presisi, dan kreatif dalam waktu bersamaan. Itu membentuk cara saya melihat masalah hari ini," kata Irfan saat ditemui di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Ketertarikan Irfan terhadap politik berangkat dari keresahan terhadap banyaknya gagasan baik yang tidak sampai kepada masyarakat akibat lemahnya eksekusi. Dia kemudian bergabung dengan Partai Perindo dan memilih membangun pengalaman melalui organisasi kepemudaan.