Jenazah Pria Misterius di Pulau Enggano Ternyata Bukan Warga Setempat

Puteranegara Batubara, Jurnalis
Selasa 15 September 2026 11:30 WIB
Jenazah Pria di Pulau Enggano Ternyata Bukan Warga Setempat/AI
Share :

JAKARTA - Polisi mengambil sampel DNA mayat pria tanpa identitas yang ditemukan di pesisir Pulau Enggano, Bengkulu Utara. Hal ini terkait dengan pencarian 5 jurnalis dan 3 awak kapal yang hilang di Selat Sunda, beberapa waktu lalu.

"Kami sampaikan pada hari ini sedang dilakukan autopsi dari jenazah yang ditemukan tanpa identitas di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara,” kata Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Imam Wijayanto dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).

“Sementara ini untuk jenazah tengah dilakukan autopsi oleh Biddokkes Polda Bengkulu," sambung Imam.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Polda Lampung terkait kemungkinan keterkaitan antara penemuan jenazah tersebut dan rombongan lima jurnalis beserta tiga kru yang masih dalam pencarian setelah hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Dia menegaskan, hingga kini belum dapat dipastikan apakah jenazah yang ditemukan tersebut merupakan salah seorang dari rombongan yang hilang.

"Kami belum bisa memastikan (apakah jenazah tersebut merupakan jurnalis yang hilang), tapi Dirkrimsus dan Kabid Dokes Polda Bengkulu sudah berkoordinasi dengan Polda Lampung untuk meminta ciri-ciri atau sampel yang ada dari sana," ujarnya.

Namun berdasarkan pemeriksaan sementara, jenazah tersebut bukan warga setempat di Pulau Enggano. Proses autopsi dan pemeriksaan lebih lanjut dilakukan untuk mengungkap identitas serta penyebab kematian jenazah tersebut.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea mengatakan proses pencocokan DNA dengan rombongan jurnalis yang hilang kontak di sekitar Anak Krakatau masih berlangsung.

"Kita menunggu pencocokan DNA yang sudah diambil dari keluarga teman-teman yang hilang kontak. Kita akan melakukan pencocokan, kami mohon waktu untuk bisa menjelaskan setelah keluar tes DNA dari Polda Bengkulu," tandasnya.

Sekadar informasi, peristiwa hilang kontak speedboat bermula saat kapal itu bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita menuju Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB dengan estimasi perjalanan sekitar dua jam.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya