Tragedi Kapal Tenggelam Beruntun, BMKG Imbau Waspadai Gelombang dan Selalu Pantau Cuaca

Rahman Asmardika, Jurnalis
Rabu 16 September 2026 00:05 WIB
Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Dr. Agie Wandala Putra M.sc.
Share :

Andri mengingatkan bukan berarti perairan seperti Laut Jawa, Laut Maluku, dan Laut Sulawesi selalu aman. Ada periode tertentu ketika gelombang di wilayah tersebut meningkat, seperti kondisi yang terjadi saat ini.

Waspadai Squall dan Gelombang Silang

Selain gelombang tinggi, pelaut juga perlu mewaspadai fenomena squall atau peningkatan kecepatan angin secara tiba-tiba dalam waktu singkat. Fenomena tersebut dapat terjadi ketika terdapat gugusan awan tebal, termasuk awan cumulonimbus.

"Squall ini sebenarnya biasa terjadi kalau ada gugusan awan-awan yang tebal. Kita bisa sebut sebagai cumulonimbus yang gelap, pekat, bergumpal dan sebagainya. Itu bisa menyebabkan peningkatan kecepatan angin yang tiba-tiba, tetapi singkat," kata Agie.

Pentingnya Informasi Cuaca Sebelum Berlayar

Andri mengatakan bahwa aman atau tidaknya sebuah pelayaran tidak ditentukan hanya berdasarkan satu variabel. Kondisi kapal, cuaca, tinggi gelombang, kecepatan angin, arus, hingga rute yang ditempuh harus diperhitung secara menyeluruh.

Karena itu, informasi cuaca tidak boleh diabaikan oleh pelaku pelayaran. Dengan dukungan teknologi dan informasi prakiraan yang semakin detail, kondisi laut dapat dipantau lebih awal sehingga keputusan terkait perjalanan, rute, dan keselamatan kapal dapat dipersiapkan secara lebih matang.

Informasi cuaca dari BMKG dapat menjadi salah satu referensi penting bagi operator kapal. Informasi tersebut tersedia untuk periode 1 hari, 3 hari, hingga 7 hari ke depan, sehingga dapat dimanfaatkan untuk melakukan perencanaan perjalanan dan mitigasi risiko sejak dini.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya