Prabowo juga menyoroti pembangunan infrastruktur dasar di tingkat desa yang menurutnya belum sebanding dengan anggaran yang telah dialokasikan pemerintah kepada daerah.
“Ini desentralisasi sudah jalan berapa? 25 tahun ya. Dana sudah kita turunkan ke tiap desa. Satu miliar. Selama 10 tahun terakhir. Transfer ke daerah sudah. Kenapa jembatan untuk di desa tidak pernah dibuat? Padahal jembatan itu hanya Rp400 juta,” ujarnya.
Atas kondisi tersebut, Prabowo mempertanyakan efektivitas pemanfaatan anggaran yang selama ini telah disalurkan pemerintah pusat kepada daerah.
Dia menegaskan, kebijakan anggaran harus berorientasi pada hasil dan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pemerintah pusat juga perlu memastikan setiap rupiah yang dialokasikan melalui APBN maupun yang ditransfer ke daerah benar-benar digunakan untuk menghasilkan pembangunan dan pelayanan publik yang dibutuhkan masyarakat.
(Awaludin)