DPR RI: Pertemuan Ketum Parpol Belum Hasilkan Keputusan Ambang Batas Parlemen

Achmad Al Fiqri, Jurnalis
Kamis 17 September 2026 12:42 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.
Share :

JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan bahwa pertemuan para ketua umum partai politik (parpol) koalisi baru sebatas tahap tukar pikiran awal guna mempersiapkan pembahasan Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu.

Di sisi lain, Dasco menyampaikan bahwa pimpinan DPR masih menunggu hasil jaring aspirasi dan partisipasi publik terkait RUU Pemilu yang sedang dihimpun oleh Komisi II DPR RI.

"Kami dari partai menunggu juga hasil partisipasi publik dari Komisi II DPR yang kemudian pra-pembahasan terus kemudian meminta partisipasi publik," tuturnya.

Saat disinggung mengenai besaran ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 5 persen, Dasco memastikan belum ada keputusan resmi dari pertemuan tersebut.

"Jadi kalau brainstorming itu kan belum ada penentuan. Jadi hasil diskusi-diskusi itu kira-kira ya antara lain seperti yang disampaikan Pak Sugiono itu," tutur Dasco.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Sugiono, membenarkan adanya pertemuan para ketua umum parpol koalisi pemerintahan untuk mendiskusikan RUU Pemilu. Dalam pertemuan yang diwakili oleh Dasco selaku Ketua Harian DPP Gerindra tersebut, Gerindra menyatakan sepakat dengan usulan ambang batas parlemen sebesar 5 persen.

 

"Iya, jadi kemarin beberapa ketua umum-ketua umum partai ya berkumpul. Partai Gerindra waktu itu diwakili oleh Pak Dasco selaku ketua harian untuk membicarakan mengenai hal-hal yang perlu dibicarakan dalam rangka undang-undang pemilu," kata Sugiono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2026).

Sugiono menyatakan, Gerindra sependapat dengan besaran ambang batas parlemen 5 persen seperti yang diusulkan oleh Golkar dan PKS. Menurutnya, parpol koalisi menginginkan pelaksanaan pemilu mendatang berjalan lebih efisien dan efektif.

"Kemudian juga bagaimana suara-suara rakyat, yaitu yang tersisa atau apa, itu tetap bisa terakomodir dengan baik. Karena bagaimanapun ya itu adalah suara dan aspirasi mereka," kata Sugiono.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya menekan angka suara terbuang (wasted votes) agar seluruh aspirasi masyarakat tetap terwakili secara optimal.

"Keterlibatan seluruh rakyat, dalam hal ini suara-suara yang kan kadang-kadang ada suara yang terbuang, yang tersisa, itu juga bisa diakomodir seoptimal mungkin," tuturnya.

Atas dasar pertimbangan tersebut, Gerindra menilai besaran angka 5 persen cukup ideal. "Kalau kita setuju di 5%," kata Sugiono.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya