JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 118 aktivitas gempa bumi mengguncang Kabupaten Bandung dan sekitarnya sejak 11 Agustus hingga Kamis (17/9/2026) pukul 08.00 WIB. Rangkaian gempa tersebut memiliki kekuatan berkisar antara magnitudo 1,0 hingga 3,4.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyampaikan bahwa dari total seluruh kejadian, sebanyak 13 gempa di antaranya dirasakan oleh masyarakat di kawasan Pangalengan, Talegong, Cisewu, dan sekitarnya dengan skala intensitas II–III MMI.
"Terkait rangkaian gempa bumi yang terjadi di wilayah Kabupaten Bandung, tanggal 11 Agustus - 17 September 2026 hingga pukul 08:00 WIB, BMKG telah mencatat 118 aktivitas gempa bumi dengan kekuatan berkisar M1,0-M3,4," ujar Wijayanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/9/2026).
Menurut analisis BMKG, berdasarkan lokasi episenter dan kedalamannya, seluruh gempa tersebut tergolong gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Sebaran pusat gempa tampak membentuk pola kelurusan berarah barat daya hingga timur laut.
Pusat gempa terdeteksi berada sekitar 5 hingga 8 kilometer di sebelah barat Sesar Garsela Segmen Kendang serta di utara Sesar Garsela Segmen Kencana.