Lebih lanjut, Presiden menilai dukungan dari negara-negara sahabat menunjukkan bahwa isu kebakaran hutan tidak hanya menjadi perhatian Indonesia. Selain Malaysia, Indonesia juga telah menerima bantuan dari Jepang serta sejumlah negara lain yang menawarkan dukungan serupa.
“Ini adalah masalah lingkungan hidup yang memengaruhi banyak pihak. Walaupun kebakarannya di Indonesia, dampaknya dirasakan oleh tetangga-tetangga kita. Jadi mereka ingin membantu kita, dan kita terima dengan baik,” lanjutnya.
Selain penanganan karhutla, Presiden Prabowo dan WPM Zahid juga bertukar pandangan mengenai peluang kerja sama di sektor lain, termasuk pengembangan industri halal. Kepala Negara pun menegaskan pentingnya menjaga hubungan bilateral yang harmonis antara Indonesia dan Malaysia.
“Jangan sampai hal-hal yang mengganggu kita menjadi masalah yang dibesar-besarkan. Indonesia dan Malaysia adalah saudara, kita harus bekerja sama dan memelihara hubungan yang sangat baik. Saya kira itu, terima kasih,” tandasnya.
Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut yakni Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
(Rahman Asmardika)