“Kita harus memahami sensitivitas persoalan yang sedang dihadapi masyarakat. Jangan sampai persoalan yang seharusnya menjadi pembelajaran bersama justru dikomentari dengan cara yang tidak tepat. Empati dan saling menghormati harus menjadi bagian dari budaya kerja kita," tuturnya.
Gagat selanjutnya mengarahkan seluruh jajaran BGN Regional DIY untuk tidak terjebak dalam polemik, tetapi menjadikan persoalan tersebut sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pelayanan.
Menurutnya, perhatian masyarakat terhadap Program MBG saat ini semakin besar. Karena itu, seluruh SPPG harus menjawab perhatian tersebut melalui kinerja, kedisiplinan, keamanan pangan, kualitas makanan, pelayanan, dan komunikasi yang baik.
“Kami mengarahkan seluruh jajaran untuk fokus bekerja. Tingkatkan kualitas pelayanan, pastikan keamanan pangan, laksanakan SOP, perkuat pengawasan, dan berikan pelayanan terbaik kepada penerima manfaat. Saat ini masyarakat memberikan perhatian yang besar terhadap Program MBG, maka jawab perhatian tersebut dengan kinerja yang semakin baik," katanya.
BGN secara nasional juga terus memperkuat tata kelola SPPG dan menempatkan kepatuhan terhadap SOP sebagai perhatian utama dalam menjaga keamanan pangan. BGN juga telah mengambil langkah tegas terhadap SPPG maupun personel ketika ditemukan persoalan yang memerlukan penindakan, termasuk suspend operasional dan pencopotan kepala SPPG dalam kasus tertentu.