Diguyur Hujan 48 Jam, Bangkok Banjir Parah hingga Tetapkan Status Bencana di 50 Distrik

Awaludin, Jurnalis
Sabtu 26 September 2026 21:29 WIB
Banjir di Bangkok, Thailand (foto: dok Xinhua/Rachen Sageamsak)
Share :

BANGKOK - Hujan deras selama hampir 48 jam menyebabkan banjir parah di Bangkok, Thailand. Kondisi tersebut membuat pemerintah kota menetapkan status bencana banjir di seluruh 50 distrik ibu kota, pada Sabtu (26/9/2026).

Hujan yang turun hampir tanpa henti sejak Kamis (24/9) sore membuat sistem kanal Bangkok dipenuhi air. Air kemudian meluap ke sejumlah jalan, rumah, hingga tempat usaha warga.

Gubernur Bangkok, Chadchart Sittipunt mengatakan, curah hujan yang mengguyur ibu kota sejak 24 September telah mendekati 300 milimeter. Wilayah timur Bangkok menjadi salah satu kawasan yang terdampak paling parah.

"Sedikitnya 15 jalan utama di Bangkok terendam banjir," ujar Chadchart dilansir dari vietnam.vn.

Seorang warga berusia 67 tahun, Somkid Pheuk-ngam, mengatakan air telah mencapai hampir setinggi pinggangnya.

“Air terus masuk. Sangat sulit untuk keluar sekarang,” kata Somkid, seperti dilaporkan AFP.

 

Ia mengatakan, tokonya terpaksa tutup selama dua hari akibat banjir. Menurutnya, kawasan tersebut memang kerap dilanda banjir, tetapi kondisi kali ini lebih parah dibandingkan banjir besar Thailand pada 2011.

Kanal Bangkok Penuh, Pompa Bekerja Maksimal

Pemerintah Metropolitan Bangkok (BMA) mengerahkan berbagai langkah untuk menangani banjir. Stasiun pompa di sejumlah wilayah dioperasikan untuk mempercepat pembuangan air, sementara petugas dikerahkan membersihkan saluran dan membantu proses drainase.

Namun, upaya tersebut menghadapi kendala karena kapasitas kanal telah penuh.

“Masalah terbesar kami adalah sistem kanal sudah penuh,” kata Chadchart.

Pemerintah Bangkok juga berkoordinasi dengan wilayah di sekitar ibu kota untuk mengatur aliran air dan mengurangi volume air yang masuk ke Bangkok.

Selain hujan deras, air banjir juga mengalir dari wilayah sekitar, termasuk Nonthaburi dan Pathum Thani. Kondisi tersebut semakin memperberat beban sistem drainase ibu kota.

Chadchart meminta warga membatasi aktivitas di luar rumah serta memindahkan kendaraan dan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.

Warga yang tinggal di sekitar kanal juga diminta meningkatkan kewaspadaan karena seluruh kanal utama di sejumlah kawasan telah berada dalam kondisi penuh.
 

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya