BEOGRAD — Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengundurkan diri dari jabatannya pada Minggu (27/9/2026) menjelang pemilihan umum parlemen dini. Vucic, yang akan segera mengakhiri masa jabatannya, berencana mencalonkan diri kembali sebagai kandidat dari partai berkuasa, Partai Progresif Serbia (SNS), namun kali ini untuk memperebutkan jabatan perdana menteri.
Vucic mengumumkan langkah tersebut dari istana kepresidenan, seraya menyatakan bahwa pidatonya itu akan menjadi yang terakhir dalam kapasitasnya saat ini. Ia mundur di tengah masa jabatan presiden keduanya dan, menurut Konstitusi Serbia, tidak dapat mencalonkan diri lagi untuk jabatan tersebut. Pemilihan baru harus diselenggarakan dalam waktu tiga bulan setelah pengunduran diri presiden.
Vucic pertama kali mengumumkan niatnya untuk meninggalkan jabatannya dalam sebuah rapat umum pada bulan Juni.
Pemilihan parlemen dini yang akan datang berarti warga Serbia harus memberikan suara dua kali tahun ini. Pemilihan umum parlemen dini dijadwalkan berlangsung pada 25 Oktober, di mana Vucic diperkirakan akan maju sebagai pemimpin partainya, SNS, dan berpotensi menduduki jabatan perdana menteri jika partai tersebut keluar sebagai pemenang.
Kerumunan besar pendukung Vucic berkumpul di luar istana kepresidenan untuk melepas kepergiannya. Sebagian membawa spanduk bertuliskan "Terima kasih" serta menjuluki Vucic sebagai "jenius politik." Vucic menemui langsung para pendukungnya setelah menyelesaikan pidato dan menandatangani surat pengunduran dirinya di hadapan kamera.