Thailand terbiasa dengan cuaca basah dan bulan September merupakan puncak musim hujan, namun banyak warga mengatakan kondisi tahun ini terasa lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Banjir ini dapat menyebabkan kerugian ekonomi setidaknya sebesar 11 miliar baht (sekitar Rp5,11 triliun) secara nasional, dan angka kerugian tersebut kemungkinan akan meningkat kecuali situasi membaik, kata Aat Pisanwanich dari departemen ekonomi Universitas Rangsit.
Bangkok dan wilayah timur kemungkinan akan menanggung dampak terberat, terutama sektor bisnis grosir dan ritel, sementara sektor industri dan pertanian di wilayah lain juga akan terdampak, tambah Aat.
Banjir dahsyat di wilayah selatan tahun lalu, yang dipicu oleh curah hujan sebesar 630 mm (25 inci) selama tiga hari, menewaskan setidaknya 145 orang, merendam lebih dari 33.000 rumah, serta merusak fasilitas vital seperti sekolah, rumah sakit, dan jalan raya.
(Rahman Asmardika)