Ia juga menambahkan bahwa BNN belum menetapkan usulan resmi terkait langkah yang akan ditempuh karena masih harus diselaraskan dengan kementerian terkait. “Belum, nanti masih kita bahas di rapat koordinasi,” ucapnya.
Selain persoalan krisis kapasitas lapas, Suyudi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo juga memberi perhatian khusus terhadap peredaran zat etomidate yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika cair.
“Isu narkotika cair itu juga menjadi perhatian Bapak Presiden. Nanti akan dibahas secara khusus kembali. Walaupun di bawah Kemenko PMK sudah dilakukan rapat koordinasi, kami akan terus menjajaki agar regulasinya makin jelas,” pungkas Suyudi.
(Rahman Asmardika)