Malah Mendengkur Setelah Disuntik Mati, Terpidana Ini Batal Dieksekusi dan Dilarikan ke RS

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 01 Oktober 2026 16:42 WIB
Terpidana mati Christa Pike, yang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Keamanan Maksimum Riverbend. (Foto: Tennessee Department of Correction)
Share :

Pike dan kekasihnya saat itu, Tadaryl Shipp, memukuli dan menyiksa Colleen Slemmer (19 tahun) hingga tewas.

Kasus ini menarik perhatian luas pada saat pembunuhan terjadi, sebagian karena adanya simbol pentagram yang diukir pada tubuh Slemmer serta unsur-unsur kejahatan lainnya yang memicu ketakutan akan pemujaan setan di tengah fenomena "kepanikan satanik" pada tahun 1980-an dan 1990-an.

Setelah pembunuhan tersebut, Pike didiagnosis menderita gangguan bipolar dan gangguan stres pascatrauma.

Ia mengaku hanya berniat berkelahi dengan Slemmer, namun akhirnya membunuh korban dalam serangan yang tak terkendali karena ia tidak mampu "menghentikan dirinya sendiri."

Saat itu, Pike meyakini bahwa Slemmer berusaha merebut Shipp—teman sesama siswa yang memiliki minat serupa terhadap citra-citra satanik—darinya, meskipun teman-teman korban membantah hal tersebut.

Jaksa menyatakan bahwa Slemmer ditendang, dipukuli, dan disayat selama setengah jam, serta Pike mengukir simbol pentagram di dada korban saat ia masih hidup, sebelum akhirnya korban tewas akibat hantaman bongkahan aspal pada kepalanya.

Tubuh Slemmer yang setengah telanjang ditemukan keesokan paginya, dengan pakaiannya yang berlumuran darah tergantung di dahan pohon di atasnya.

Semua remaja yang terlibat ditangkap dalam waktu 36 jam; penyidik menemukan sebuah Alkitab setan dan altar di kamar Pike, serta serpihan tengkorak Slemmer.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya