Sementara itu, kapal yang kini sedang menuju Timur Tengah secara keseluruhan membawa lebih dari 7.000 pelaut dan 2.000 marinir. Ini termasuk kelompok serang kapal induk USS Theodore Roosevelt, yang baru-baru ini dikerahkan bersama kapal penjelajah USS Chosin, dan kelompok kesiapan amfibi USS Makin Island, yang mencakup kapal pendaratan amfibi USS John P. Murtha dan USS Anchorage.
Hal itu bisa berarti bahwa tiga kapal induk berada di wilayah tersebut paling cepat pada akhir Oktober, menurut pejabat AS yang berbicara kepada AP dengan syarat anonim untuk membahas operasi militer yang sensitif.
Mengingat personel yang sudah berada di Timur Tengah, langkah ini akan meningkatkan kehadiran angkatan laut AS menjadi jumlah yang luar biasa tinggi, yaitu lebih dari 20.000 pelaut dan marinir, serta ratusan pesawat. Angkatan Laut sebelumnya memiliki tiga kelompok serang kapal induk di Timur Tengah pada April untuk pertama kalinya sejak 2003.
Kapal induk USS George H.W. Bush dan USS George Washington saat ini berada di wilayah tersebut, bersama dengan kelompok kesiapan amfibi USS Boxer. USS Washington biasanya dikerahkan ke Samudra Pasifik, tetapi dipindahkan ke Timur Tengah untuk menggantikan USS Abraham Lincoln, yang penugasannya yang berat mengakibatkan awak kapal berada di laut selama lebih dari 260 hari berturut-turut.
(Arief Setyadi )