Lebih dari 2.000 Orang Ditangkap, 400 Sekolah Ditutup dalam Demonstrasi Pelajar di Prancis

Rahman Asmardika, Jurnalis
Sabtu 03 Oktober 2026 01:05 WIB
Demonstrasi pelajar masih berlangsung di kota-kota Prancis.
Share :

Namun, Menteri Dalam Negeri membela tindakan kepolisian secara keseluruhan dan menyebutnya sebagai respons yang proporsional.

Di Marseille, para pengunjuk rasa menyerang petugas pemadam kebakaran yang sedang menangani kebakaran di luar Lycée Saint-Exupéry, serta menjarah dan membakar salah satu kendaraan mereka. Seorang petugas pemadam kebakaran terluka.

Para pengunjuk rasa juga membakar sebuah bus kota di dekat Lycée La Floride, sementara beberapa bus lainnya diserang, sehingga pihak berwenang menghentikan layanan transportasi umum di seluruh Marseille.

Pemerintah menggelar rapat darurat pada Kamis, dan setelah itu kantor perdana menteri—dengan mengutip informasi dari badan intelijen—menyatakan bahwa kekerasan tersebut diorganisasi oleh partai sayap kiri La France Insoumise (LFI) beserta "pihak-pihak proksi sayap kiri jauhnya."

Juru bicara LFI, Manuel Bompard, mendesak pemerintah untuk "tidak terjebak dalam teori konspirasi atau memperlakukan siswa SMA layaknya anak-anak."

"Gerakan spontan ini lahir dari rasa frustrasi terhadap kondisi pendidikan yang sama sekali tidak dapat diterima," ujar Bompard kepada AFP.

Jean-Luc Mélenchon, kandidat dari partai LFI untuk pemilihan presiden tahun depan, mengimbau para siswa untuk hanya menggunakan cara-cara tanpa kekerasan.

Para siswa menuntut peningkatan pendanaan bagi pendidikan negeri, jadwal pelajaran yang tidak terlalu padat, serta ukuran kelas yang lebih kecil. Christelle Kauffmann, wakil sekretaris jenderal serikat administrator sekolah SNPDEN-Unsa, menyatakan bahwa pihak kepala sekolah tidak memiliki sumber daya yang memadai untuk mengurangi jumlah siswa di dalam kelas.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya