Protes Siswa di Prancis Berlanjut, Ratusan Sekolah Ditutup dan 5.000 Orang Ditangkap

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 06 Oktober 2026 11:01 WIB
Demonstrasi pelajar di Prancis.
Share :

PARIS — Aksi protes siswa terus berlanjut di seluruh Prancis pada Senin (6/10/2026). Gelombang demonstrasi ini membuat kegiatan belajar mengajar di 400 hingga 500 sekolah menengah terhenti, menurut saluran penyiaran BFMTV. Protes yang pecah sejak beberapa pekan lalu ini dipicu oleh kondisi pendidikan di Prancis yang dinilai memprihatinkan serta tuntutan perbaikan.

Jumlah sekolah yang terdampak mencakup sekitar 10 hingga 13 persen dari total 3.700 sekolah menengah di Prancis. Menteri Pendidikan Edouard Geffray mengungkapkan adanya kekhawatiran terkait keselamatan di sekolah-sekolah tersebut.

Aksi protes yang bermula di wilayah Paris pada pertengahan September ini semakin intensif pekan lalu. Para siswa menuntut penambahan anggaran dan fasilitas, pemeliharaan gedung sekolah yang lebih baik, pembatasan jumlah siswa per kelas, serta langkah nyata untuk mengatasi kekurangan staf pengajar.

Di wilayah Île-de-France yang mengelilingi Paris, lebih dari 160 sekolah menengah diperkirakan tutup pada hari Senin, menurut otoritas setempat.

Aksi mobilisasi massa ini juga diwarnai oleh sejumlah insiden di Paris. Di SMA Vauquelin, pihak berwenang melaporkan adanya tiga titik kebakaran di dekat pintu masuk pada Senin pagi.

Kepala sekolah langsung menghubungi polisi setelah kebakaran pertama dilaporkan sekitar pukul 07.50 waktu setempat. Petugas pemadam kebakaran diturunkan ke lokasi, sementara para siswa dan staf diminta tetap berada di dalam gedung demi keselamatan. Sekitar 100 siswa dilaporkan dievakuasi dari sekolah tersebut menyusul insiden itu.

Puluhan Sekolah Dibakar atau Dijarah

Sementara itu, para siswa mulai memblokade SMA Turgot di Paris pada Senin pagi menggunakan tempat sampah, pagar, dan papan tanda untuk menghalangi akses masuk.

Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pendidikan melaporkan peningkatan signifikan pada jumlah penangkapan dan korban luka sejak gerakan ini dimulai. Pihak berwenang menyatakan sekitar 5.000 orang telah ditangkap, dengan sekitar 85 persen di antaranya merupakan anak di bawah umur di wilayah Île-de-France.

 

Menurut Menteri Pendidikan, sebanyak 24 sekolah telah dibakar atau dijarah, sementara 78 staf Kementerian Pendidikan serta sekitar 600 petugas polisi dan gendarme (polisi militer) mengalami luka-luka. Ia juga menyebutkan bahwa 170 siswa terluka sejak protes bergulir.

Inspektorat Jenderal Kepolisian Nasional Prancis kini telah membuka lima penyelidikan resmi terkait insiden-insiden yang melingkupi gerakan tersebut.

Guna meredakan krisis, Perdana Menteri Sebastien Lecornu mengajukan lima usulan penyelesaian dan menyerukan agar kesepakatan dapat dicapai sebelum akhir Oktober.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya