Wabah Ebola Makin Meluas, Kenya Konfirmasi Kematian Pertama Akibat Varian Bundibugyo

Rahman Asmardika, Jurnalis
Rabu 07 Oktober 2026 00:05 WIB
Ilustrasi.
Share :

NAIROBI - Kenya telah mengonfirmasi kasus Ebola pertamanya pada seorang warga negara Kenya yang telah tinggal di Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) selama tujuh tahun terakhir. Pasien tersebut, yang jatuh sakit sebulan lalu dan sempat dirawat di beberapa rumah sakit di RD Kongo, meninggal dunia beberapa hari lalu di ibu kota Nairobi.

Menteri Kesehatan Aden Duale mengatakan bahwa pasien itu menaiki pesawat pada Sabtu (3/10/2026) dan menjalani pemeriksaan umum seperti biasa di bandara utama Nairobi sebelum dibawa oleh kerabatnya ke sebuah rumah sakit di kota tersebut.

Lebih dari 4.000 orang telah meninggal akibat Ebola di RD Kongo tahun ini, dalam peristiwa yang tercatat sebagai wabah penyakit tersebut yang paling mematikan kedua.

Tak lama setelah RD Kongo mengumumkan wabah Ebola pada bulan Mei, penyakit ini juga dilaporkan terjadi di Uganda, yang menyebabkan dua orang meninggal dunia. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan negara tersebut bebas dari penyakit itu pada bulan Agustus.

Sejak saat itu, semua kasus penyakit yang sangat menular ini tercatat terjadi di RD Kongo.

Virus ini menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi, seperti darah atau muntahan.

Wabah yang sedang berlangsung di Republik Demokratik Kongo ini disebabkan oleh virus Ebola jenis Bundibugyo, yang tergolong jarang terjadi dan belum memiliki vaksin maupun pengobatan yang disetujui.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya