Penembakan Sekolah di Oregon Tewaskan 3 Anak dan 1 Guru, Pelaku Remaja 16 Tahun

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 16 Oktober 2026 14:58 WIB
Ilustrasi.
Share :

"Tidak ada kata-kata yang mampu menggambarkan kesedihan yang dialami oleh komunitas kita saat ini. Prioritas utama kami adalah merawat para siswa dan staf, serta membantu aparat penegak hukum dan tim tanggap darurat," ujarnya.

Catatan Kekerasan Bersenjata di AS

Kekerasan bersenjata telah merenggut nyawa ribuan orang di AS setiap tahunnya. Negara ini memiliki tingkat kematian akibat senjata api tertinggi di antara semua negara maju.

Penembakan di sekolah yang paling mematikan dalam sejarah AS terjadi di Virginia Tech pada 16 April 2007, ketika seorang mahasiswa asal Korea Selatan, Seung-Hui Cho, menewaskan 32 orang dan melukai 17 lainnya sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri.

Menurut Gun Violence Archive—yang mendefinisikan penembakan massal sebagai insiden di mana empat orang atau lebih tertembak—telah terjadi lebih dari 360 kasus penembakan massal di Amerika Serikat sepanjang tahun ini.

Terjadinya penembakan massal secara terus-menerus di AS telah berulang kali memicu desakan publik agar pemerintah federal menerapkan aturan pengendalian senjata api yang lebih ketat. Meskipun desakan tersebut telah disuarakan selama bertahun-tahun, Kongres AS hingga kini belum memberlakukan pembatasan semacam itu.

Amerika Serikat mencatat tingkat kepemilikan senjata api oleh warga sipil tertinggi di dunia, menjadikannya masyarakat dengan persenjataan paling masif di dunia.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya