Ambulans Udara untuk Rakyat: Sinergi antara Kemenhan, Kemenkes, dan TNI AU dalam Memperkuat Sistem Kesehatan Nasional

Opini, Jurnalis
Jum'at 16 Oktober 2026 15:57 WIB
Marsma TNI dr. Mukti Arja Berlian., SpPD., SpKP., M.M., FINASIM.
Share :

Kementerian Kesehatan memiliki peran penting dalam menetapkan kebutuhan pelayanan, standar klinis, mekanisme rujukan, kompetensi tenaga medis, serta integrasi ambulans udara dengan sistem pelayanan kesehatan. Kementerian Kesehatan juga dapat mengoordinasikan jejaring rumah sakit rujukan dan fasilitas kesehatan daerah agar pasien yang dievakuasi memperoleh pelayanan lanjutan secara tepat.

Sementara itu, TNI AU memiliki potensi dukungan berupa kemampuan operasi penerbangan, mobilitas udara, personel, dan pengalaman dalam misi evakuasi sesuai ketersediaan sarana serta ketentuan yang berlaku. Kapasitas ini dapat menjadi salah satu kekuatan pendukung ketika akses transportasi konvensional tidak memadai atau terjadi keadaan darurat yang membutuhkan mobilisasi cepat.

Ketiga unsur tersebut memiliki fungsi yang berbeda, tetapi dapat saling melengkapi. Kemhan mendukung koordinasi dari perspektif pertahanan, Kemenkes memastikan integrasi dengan kebutuhan pelayanan kesehatan, sedangkan TNI AU berpotensi memberikan dukungan mobilitas udara. Pelaksanaannya memerlukan pembagian tanggung jawab, mekanisme aktivasi, pembiayaan, dan prosedur operasional yang jelas.

Kesiapan Menuju Aksi Nyata dengan Terwujudnya Ambulans Udara untuk Rakyat

Sinergi Kementerian Pertahanan, Kementerian Kesehatan, dan TNI AU berpotensi menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Dengan perencanaan yang matang, pembagian peran yang jelas, serta integrasi dengan sistem kesehatan nasional, kemampuan mobilitas udara dapat dimanfaatkan untuk mendukung penyelamatan jiwa dan memperluas jangkauan pelayanan medis. Ambulans udara bukan sekadar tentang menerbangkan pasien, melainkan tentang menghadirkan pertolongan medis ketika jarak menjadi penghalang. Ambulans udara merupakan salah satu instrumen untuk mengurangi hambatan geografis dalam pelayanan kesehatan Indonesia. Pengembangannya membutuhkan visi nasional, koordinasi lintas sektor, kesiapan sumber daya, dan komitmen untuk menjamin akses pelayanan yang lebih merata.

Salah satu dukungan penerbangan militer untuk pelayanan masyarakat yang berupa ambulans udara sudah terwujud, tinggal menunggu waktu. Kesiapan baik pesawat fixed-wing, helikopter, alat medis dan obat emergency, SDM tenaga kesehatan, dan air crew sudah siap untuk ditugaskan di tempat yang akan ditentukan sebagai base camp ambulans udara. Untuk saat ini merupakan tahap awal dengan membagi sesuai wilayah, yaitu Indonesia Timur, Tengah, dan Barat. Fasilitas kesehatan mulai dari Puskesmas, Rumah Sakit Daerah sampai Rumah Sakit Pusat sebagai rujukan paling atas sudah siap.

Pada September 2026 TNI AU telah melaksanakan latihan kesiagaan evakuasi medis udara di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Latihan tersebut melibatkan helikopter EC-725/H225M Caracal, helikopter EC-120B Colibri, dan pesawat NC-212i. Skenario latihan meliputi penjemputan pasien, pemindahan ke fasilitas kesehatan, serah terima kepada ambulans darat, dan pemindahan lanjutan menuju fasilitas rujukan yang lebih lengkap.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya