Pengembangan kapal ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat industri pertahanan dalam negeri. Proses pemeliharaan dan modifikasi melibatkan industri nasional untuk meningkatkan penguasaan teknologi, pengetahuan, serta kapasitas industri pertahanan Indonesia.
Di sisi operasional, awak TNI Angkatan Laut dipersiapkan untuk mengoperasikan kapal tersebut secara profesional agar dapat menjalankan tugas pertahanan maupun misi kemanusiaan.
Rico menjelaskan, nama Sriwijaya dipilih untuk mengingatkan kembali sejarah Indonesia sebagai bangsa maritim.
"Nama Sriwijaya mengingatkan kita pada sejarah besar Indonesia sebagai bangsa maritim. Hari ini, semangat itu kembali dihadirkan dalam kekuatan pertahanan modern," tuturnya.
Pemerintah berharap penguatan armada maritim tidak hanya mendukung upaya menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga meningkatkan kemampuan Indonesia dalam merespons bencana dan memberikan bantuan kepada masyarakat di berbagai daerah.
(Fahmi Firdaus )