Konflik Makin Panas, Parlemen Mesir Setujui Dukungan Militer Bantu Arab Saudi Hadapi Houthi

Rahman Asmardika, Jurnalis
Senin 26 Oktober 2026 23:05 WIB
Ilustrasi.
Share :

Mesir juga tengah mempertimbangkan untuk bergabung dengan pakta pertahanan bersama yang melibatkan Arab Saudi, Pakistan, dan Turki, yang telah ditandatangani pada bulan Agustus lalu.

Awal bulan ini, Abdelatty mengungkapkan bahwa keanggotaan Mesir dalam pakta tersebut masih “dalam pertimbangan serius.”

Sejarah keterlibatan di Yaman

Mesir bergabung dengan koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman—yang diakui secara internasional—pada Maret 2015, terutama sebagai mitra angkatan laut yang bertugas mengamankan jalur pelayaran di Laut Merah.

Kairo mengirimkan kapal-kapal perang, menjanjikan dukungan udara, dan mengerahkan sekitar 800 personel pasukan darat, meskipun peran tempur langsungnya tetap terbatas.

Mesir memiliki sejarah yang sulit terkait intervensi militer di Yaman, setelah menanggung kerugian besar selama keterlibatannya pada tahun 1960-an. Sejak Perang Teluk 1991, negara ini tidak lagi melakukan pengerahan pasukan darat dalam skala besar di luar negeri.

Arab Saudi tetap menjadi mitra politik dan finansial utama bagi Kairo, dengan menyediakan bantuan, simpanan di bank sentral, serta pasokan energi senilai miliaran dolar selama masa kepresidenan Sisi.

Keamanan Laut Merah

Eskalasi terkini telah menambah satu lagi front yang tidak stabil dalam konflik yang lebih luas antara AS-Israel melawan Iran. Kelompok Houthi, yang menguasai ibu kota Yaman, Sanaa, telah menyerang berbagai target—termasuk bandara internasional Riyadh dan raksasa minyak Arab Saudi, Aramco—sehingga mengganggu penerbangan serta ekspor minyak.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya