“Saat ini kami juga telah mengembangkan Program Prolanis Muda untuk menjawab tantangan meningkatnya penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus, yang kini juga banyak dialami oleh masyarakat usia di bawah 45 tahun. Melalui pendekatan berbasis komunitas, Prolanis Muda diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku hidup sehat secara berkelanjutan di kalangan generasi muda,” jelasnya.
Rizzky juga mengingatkan bahwa Program JKN mengusung konsep gotong royong. Sumber dana utama Program JKN berasal dari iuran pesertanya. Peserta JKN yang sehat membantu membiayai peserta yang sakit. Oleh karena itu, pihaknya berharap masyarakat dapat turut serta mendukung keberlanjutan Program JKN di masa depan, dengan cara menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga melalui penerapan pola hidup sehat.
Misalnya, aktif bergerak dan berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menghindari kebiasaan merokok, dan lain sebagainya.
“Selain bermanfaat untuk memantau kesehatan peserta JKN, Skrining Riwayat Kesehatan juga berdampak besar dalam pengendalian pengeluaran biaya untuk penyakit kronis,”ujarnya.
“Seandainya kondisi para peserta yang berisiko mengidap penyakit kronis tidak terdeteksi dan tidak ditangani sejak awal, kemungkinan besar kondisinya bisa makin parah. Imbasnya, bisa jadi biaya untuk mengobati penyakit kronis akan jauh lebih besar,” tutup Rizzky.
(Fahmi Firdaus )