Karenanya, persoalan kepercayaan menjadi sangat penting di sini. Bagaimana mungkin sebuah kesepakatan dapat bertahan apabila masing-masing pihak masih mempersiapkan serangan sebagai alternatif diplomasi?
Selain Qatar, China dan Pakistan juga memiliki posisi strategis. Beijing telah menyuarakan penolakan terhadap kemungkinan dimulainya kembali operasi militer dan mendorong penyelesaian politik. Menteri Luar Negeri China Wang Yi, dalam pertemuannya dengan pejabat keamanan Iran Ali Bagheri Kani pada 2 November, menekankan pentingnya penyelesaian melalui jalur politik. Sedangkan Pakistan juga memiliki pengalaman dalam memfasilitasi proses diplomasi sebelumnya. Sementara itu, keterlibatan negara-negara seperti Arab Saudi dan Turki menunjukkan bahwa negara-negara kawasan mulai mencari mekanisme keamanan yang tidak sepenuhnya bergantung pada Washington.
Memang, diplomasi multilateral semacam ini perlu diperkuat. Perdamaian tidak dapat hanya bergantung pada kesediaan dua negara untuk menghentikan tembakan dan rudal. Ia membutuhkan jaminan keamanan regional, mekanisme pengawasan, dan kesepakatan yang dapat dipercaya oleh semua pihak.