Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sejarah Baru, Sultan Ternate Beri Gelar 2 WNA Polandia

Rival Fahmi , Jurnalis-Kamis, 07 Februari 2008 |23:57 WIB
Sejarah Baru, Sultan Ternate Beri Gelar 2 WNA Polandia
A
A
A

TERNATE - Pendopo kedaton Sultan Ternate terlihat riuh dipenuhi para bala kusu sekano-kano (abdi dalem kesultanan Ternate) serta para tamu undangan. Rupanya, di tengah gemerlap perayaan Tahun Baru Imlek, kesultanan Ternate kembali membuat sejarah baru.

Kamis (7/2/2008), Kesultanan Ternate memberi gelar dua orang Warga Negara Asing (WNA) asal Polandia. Pemberian gelar dilakukan oleh Jou Kolano (Sultan) Ternate, Drs H Mudaffar Sja. Gelar yang diberikan yakni Kapita Jiko Ma Kolano dan Kaicil.

Roman Witold Niemyjski diangkat Sultan menjadi Kapita Jiko Ma Kolano dan Jaros Ryzard menjadi Kaicil. Satu persatu prosesi adat pengangkatan telah dilakukan.

Keduannya pun didandani dengan pakaian adat kesultanan Ternate. Ini memang bukan kali pertama Jou memberikan gelar terhadap orang asing. Tapi bagi WNA asal Polandia, ini untuk kali pertamanya termasuk untuk gelar tersebut. Sebagai tanda pengangkatan telah dilakukan, keduanya disematkan cincin sebagai tanda telah diangkat oleh Jou sendiri.

"Ini merupakan pertama terjadi di lingkungan Kesultanan Ternate, saya mengangkat Kapita Jiko Ma Kolano dan Kaicil dari orang luar (Polandia) tetapi ini semua ada baiknya untuk rakyat," ujar Sultan Ternate Mudaffar Syah.

Suatu syarat yang diminta pada Kapita Jiko Ma Kolano dan Kaicil yang baru saja dikukuhkan, bertanggung jawab terhadap rakyat dengan melakukan pembangunan wilayah di segala bidang baik, pendidikan, rumah sakit maupun fasilitas penting lainnya untuk kesejahteraan rakyat. "Saya menginginkan investasi yang tidak membebani siapapun, rakyat dapat hasilnya dan dapat meningkatkan PAD," ujar anggota DPR-RI itu.

Syarat lain yang "dibebankan" yang dijanjikan akan dipenuhi keduanya untuk rakyat Maluku Utara yakni. menyisihkan USD10 per satu ton setiap kali mengimport. Dimana sesuai rencana setiap bulannya akan mengimport 100 ribu pasir besi. "Semua kesejahteraan rakyat akan diperhatikan, termasuk kesejahteraan TNI. Kami ingin berbagi rezeki," tutur Sultan.

Seperti layaknya acara Kesultanan Ternate, para tamu juga disuguhi tarian-tarian khas daerah Ternate dan melalui beberapa proses pengangkatan. Pengangkatan tersebut atas permintaan kedua orang asing tersebut, yang menginginkan kedudukan adat dalam menjalankan aktivitasnya sebagai perusahaan yang menambang pasir besi.

(Ismoko Widjaja)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement