Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Angka Kriminalitas di Aceh Turun

Muhammad Riza , Jurnalis-Kamis, 13 Maret 2008 |19:16 WIB
Angka Kriminalitas di Aceh Turun
A
A
A

BANDA ACEH - Kepolisian Daerah (Polda) Aceh melansir, angka kriminalitas di provinsi ini selama dua bulan terakhir menurun. Sementara jumlah kasus yang ditangani Polda Aceh meningkat dibanding periode tahun sebelumnya.

"Ini tidak terlepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi hukum dan mulai tersosialisasinya pemolisian masyarakat di kalangan masyrakat luas" kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Jodi Heriadi melalui rilis yang diterima okezone, Kamis (13/3/2007).

Jodi menjelaskan, selama priode Januari-Febuari 2007 lalu, total kasus yang terjadi dan ditangani pihaknya tercatat 906 kasus. Sedangkan pada priode yang sama tahun ini turun menjadi 777 kasus atau menurun sampai 14,23%.

Sementara rincian kejahatan yang ditangani meliputi kejahatan konvensional atau kejahatan biasa sebanyak 346 kasus dan kejahatan transnasional seperti narkotika berjumlah 80 kasus.

Sedangkan tindak pidana yang menonjol dan terjadi pada dua bulan terakhir, menurut Jodi, adalah pencurian dengan pemberatan sebanyak 64 kasus, curanmor 97 kasus, pencurian dengan kekerasan 19 kasus, aniaya berat 34 kasus, pembunuhan 8 kasus, uang palsu 2 kasus, perkosaan 8 kasus, dan narkotika 78 kasus.

"Bila dibandingkan pada periode yang sama 2007 lalu terjadi penurunan yang cukup signifikan, yang total tindak pidananya sebanyak 428 kasus atau turun 47,66%," ungkapnya.

Meski demikian, Jodi mengakui selama dua bulan terakhir kasus pencurian kekerasan dengan mengunakan senjata api masih menonjol, yakni terdapat sembilan kasus, terutama yang tejadi di wilayah Aceh Timur. Namun dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 18 kasus, kekerasan dengan menggunakan senjata api mengalami penurunan sampai 50%.

"Untuk jajaran kewilayahan, daerah yang paling menonjol angka kriminalitasnya antara lain Banda Aceh, Aceh timur, dan Langsa. Tahun sebelumnya tidak berbeda, cuma Aceh Besar yang sudah sedikit lumayan," katanya.

Jodi juga menyebutkan, kasus illegal loging atau pembalakan liar mengalami peningkatan yang cukup mencengangkan, yakni 21 kasus dan terjadi di wilayah Aceh Besar, Pidie, dan Aceh Timur.

Hal ini cukup mengkhawatirkan, terlebih lagi pemerintah aceh telah mencanangkan moratorium logging atau jeda tebang hutan yang disuarakan pada pertengahan tahun lalu.

Jodi berharap masyarakat dapat terus menjaga lingkungannya masing-masing dan ikut membantu polisi dalam mengungkap kasus kejahatan yang dapat mengangu keamanan daerah yang baru saja menikmati damai ini.

"Silahkan informasikan ke kami melalui telpon, SMS, maupun sarana komunikasi lain. Kami sangat bangga jika dapat mempertahankan situasi damai. Dan tentunya harus didukung semua pihak dengan membantu polisi," tutupnya.

(Nurfajri Budi Nugroho)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement