Share

Ujian Masuk UGM, Wartawan Ditegur Rektor

Satria Nugraha, Trijaya · Minggu 13 April 2008 15:18 WIB
https: img.okezone.com content 2008 04 13 1 100096

YOGYAKARTA - Rektor UGM Prof Ir Sudjarwadi menegur puluhan wartawan foto dan TV yang berusaha mengambil gambar pelaksanaan Ujian Masuk (UM) UGM yang serentak digelar hari ini. Ini terjadi ketika Rektor melakukan pantauan di Fakultas Kedokteran Hewan UGM di mana disana terdapat peserta yang mengalami kecelakaan kaki.

 

"Lho kok masuk. Ini malah mengganggu peserta. Ssssst..keluar dulu," tegur Rektor kepada para wartawan foto dan kameramen TV, di Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Minggu (13/4/2008).

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

 

Melihat teguran Rektor UGM yang baru pertama kali terjadi dari beberapa pengalaman pantauan Ujian Masuk UGM ini kontan membuat wartawan yang terlanjur masuk ruangan buru-buru keluar ruangan. Bahkan salah satu kameramen TV nasional sempat dipegang Rektor dan ditanya apakah dia sempat mengambil gambar naskah soal ujian tersebut.

 

"Eh mas kamu tidak ambil gambar naskah soal ujian to. Bener gak ngambil gambarnya khan," tanya Rektor.

 

Dalam pelaksanaan UM UGM yang serentak digelar hari ini Rektor didampingi beberapa pejabat di UGM seperti Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat, Prof Dr Retno S Sudibyo, melakukan pantauan dan kunjungan ke beberapa lokasi UM UGM yaitu Fakultas Peternakan, Fakultas Kedokteran Hewan, Pascasarjana serta Fakultas Teknik.

 

Pelaksanaan UM UGM digelar serempak di 10 kota di seluruh Indonesia. Sebanyak 34.347 peserta bersaing untuk memperebutkan 4.000 kursi yang ada. Di Yogyakarta sendiri ada lima peserta yang mendapat perlakuan khusus karena kondisi kesehatannya. Kelima peserta itu adalah Abdul Fikri dari SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta yang menderita tuna netra, Dita Khoirunisa dari SMA Negeri 6 Yogyakarta, Umun Soffa dari SMA Negeri 1 Ngaglik dan Hanifah Nur Hasanah dari Ponpes Darussalam Gontor. Ketiganya mengalami patah kaki. Sementara Indah Permana Sari dari SMA Kesatrian Semarang juga mendapat perlakuan khusus karena menderita low vision.

(mbs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini