JAKARTA - Sebanyak lima SMA Swasta di Jakarta Utara tutup dikarenakan minim peminat. Puluhan sekolah lainnya juga terancam tutup karena menyusutnya jumlah murid dan tidak mampu bersaing.
Kelima sekolah tersebut adalah SMA Bahariwan 45, SMA Yoel, SMA Yasmun, SMA Al-Muhajirin, dan SMA Sami Putra. Sementara itu SMA Gideon dan SMA Abadi dan beberapa sekolah lainnya juga terancam tidak dapat melanjutkan kegiatan.
Kasie SMA Sudin Dikmenti Jakarta Utara Saiful mengungkapkan, sekolah-sekolah tersebut sebenarnya sudah tutup sejak 2005 lalu. Namun jumlah ini masih akan terus bertambah lantaran ditinggalkan peminatnya. "Belakangan ini, orang tua murid lebih memilih anaknya masuk ke SMK daripada SMA," kata Saiful kepada wartawan, Rabu (26/11/2008).
Selain itu, lanjut Saiful, banyak orang tua berharap anaknya dapat segera bekerja setelah lulus SMK, Sedangkan lulusan SMAÂ masih harus melanjutkan ke universitas lagi. Pada 2007 lalu, jumlah SMK swasta terdapat 65 sekolah, tahun ini diperkirakan naik sekira lima persen.
Ketua Dewan Pendidikan Jakarta Utara Fajar Sudarso berpendapat, minimnya peminat SMA disebabkan banyak faktor. Di antaranya, pengelolaan yayasan atau lembaga yang kurang professional. "Sering terjadi konflik internal di dalam yayasan atau pengelola lembaga yang menyebabkan kehancuran institusi pendidikan tersebut," ungkapnya.
Perbedaan visi dan misi suatu yayasan dengan lembaga penyelenggara berdampak pada profesionalitas dunia pendidikan. Terlebih, pihak yayasan sering turut campur terlalu jauh dengan lembaga pendidikan. Â
Fajar menambahkan, faktor utamanya adalah pengelola SMA Swasta di Jakarta gulung tikar lantaran merugi karena kekurangan murid sehingga tidak bisa membayar gaji guru dan karyawan. Penyebab lain adalah karena program pemerintah terhadap kurikulum SMA dan SMK yang berbanding 70:30.Â
Meski dunia pendidikan bukan dunia bisnis, kebanyakan masyarakat enggan memilih jalur pendidikan SMA karena khawatir tidak bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya. Sementara dengan memilih SMK, mereka berharap bisa langsung bekerja setelah lulus.
Data dari Sudin Dikmenti Jakarta Utara saat ini jumlah SMA/SMK di Jakarta Utara terdapat 82 sekolah, 17 diantaranya merupakan sekolah negeri dan 65 di antaranya sekolah swasta.
(TB Ardi Januar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.