Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Anwar Ibrahim: Nasionalisme Jangan Berlebihan

Marieska Harya Virdhani , Jurnalis-Jum'at, 05 Desember 2008 |13:11 WIB
Anwar Ibrahim: Nasionalisme Jangan Berlebihan
A
A
A

DEPOK - Hubungan Indonesia-Malaysia menjadi bahasan menarik dalam tanya jawab yang digelar usai kuliah umum di ruang rektorat Universitas Indonesia (UI).

Mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim sepakat dalam menyikapi masalah klaim budaya antara Indonesia dan Malaysia, harus dilakukan secara hormat. Dia menuturkan di masa kecilnya dulu, dia berpikir lagu Rasa Sayange adalah lagu milik Malaysia.

"Sejak kecil saya pikir lagu Rasa Sayange itu lagu kami. Setelah membaca sejarahnya, barulah saya tahu kalau lagu ini milik Anda (Indonesia)," ujarnya kepada para wartawan, Jumat (5/12/2008).

Anwar mengatakan klaim budaya ini terjadi karena adanya keangkuhan para pemimpin yang sedang berkuasa. Dia juga tidak mengatakan bahwa Indonesia benar semua.

Dalam menjaga hubungan kedua negara, Anwar berpendapat agar kedua negara jangan mengedepankan emosi dan saling berpikir secara rasional. "Itulah namanya manusia. Jangan gila nasionalisme dan juga dogmatis," kata dia.

Anwar menilai tidak ada yang salah dengan nasionalisme, apalagi menyikapi penggunaan budaya Indonesia oleh Malaysia. "Tidak ada salahnya nasionalisme, kalau berlebih, baru jadi masalah," tambahnya.

Usai mengadakan tanya jawab, Direktur Kemahasiswaan UI Kamarudin menyerahkan plakat sebagai kenang-kenangan kepada mantan Deputi PM Malaysia yang kini memimpin Partai Keadilan Rakyat. Dijadwalkan, Anwar Ibrahim akan melanjutkan jumpa pers dengan tema besar mendiskusikan munculnya pemimpin muda di Asia.

(Novi Muharrami)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement