PEKANBARU - Sungguh keji perbuatan Miskat. Kakek berusia 70 tahun warga Pekanbaru, Riau itu tega mencabuli bocah kelas dua sekolah dasar (SD), sebut saja Melati (8) yang merupakan tetangganya.
Berdasarkan pengakuan Melati, Miskat telah tiga kali melakukan perbuatan keji itu. Atas perbuatan kakek bejat itu, kemaluan Melati robek.
Tidak terima dengan perbuatan kakek yang dikaruniai enam cucu ini, ayah Melati, Jumadi (44) melaporkan peristiwa ini ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAID) Pekanbaru, Senin (27/4/2009).
"Berdasarkan hasil visum dokter kelamin anak saya rusak, saya nggak menyangka Miskat berbuat begitu. Dia harus dihukum berat," kata Jumadi pada okezone di Kantor KPAID Pekanbaru, Jalan Jendral Sudirman, Senin (27/4/2009).
Jumadi menceritakan, kejadian nahas yang menimpa putrinya itu terjadi 24 April lalu sekira pukul 14.00 WIB. Seperti biasa, Melati berangkat dari rumah menuju sekolah dengan berjalan kaki.
Di perjalanan, Melati berjumpa dengan Miskat, dengan penuh nafsu Miskat langsung memeluk dan mencium Melati dengan paksa. Tak puas dengan mencium, kakek bejat ini langsung memasukkan jari ke kemaluan gadis kecil itu. Karena sakit Melati pun berteriak.
"Saat itu istri saya mendengar jeritan anak saya dan langsung datang menolong. Dia langsung menarik anak saya dari pelukan Miskat. Kejadian itu terjadi di sebuah gang kecil yang jarang dilalui orang," tuturnya.
Pascakejadian memalukan itu, perilaku Melati menjadi berubah drastis. Melati yang periang berubah menjadi pendiam dan tertutup. Bahkan, nilai hasil sekolah anaknya yang biasa berprestasi mendadak berubah menjadi turun drastis.
"Saya terpaksa harus berurusan dengan pihak sekolah karena nilai dia turun drastis," terangnya.
"Belakangan memang anak saya jarang bergaul, pekerjaan sekolah pun jarang dia kerjakan, walau saya sering memarahinya. Namun setelah kejadian itu, akhirnya dia cerita kalau dia telah dicabuli Miskat sebanyak tiga kali," katanya.
Sementara itu Ketua KPAID Pekanbaru, Riau Ekmal Rusdi mengatakan siap membantu keluarga korban dan memberikan dorongan serta motivasi bagi Melati. "Kita akan memberinya bimbingan pada korban. Sedangkan untuk proses hukumnya kita akan kawal sampai keluarga mendapat keadilan," pungkasnya.
(Lusi Catur Mahgriefie)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.