SEMARANG - Sekira 30 orang bekas anggota Kamra melakukan demonstrasi di bundaran air mancur Jalan Pahlawan Semarang. Mereka menuntut agar pemerintah memperhatikan nasib mereka yang tak menentu sejak dipurnatugaskan pada 31 Desember 2000.
"Kami merasa belum dibubarkan oleh pemerintah karena memang kami tidak pernah merasa menerima surat pemberhentian. Jadi sampai kini kami tidak punya bukti otentik kalau telah diberhentikan dari keanggotaan Kamra," jelas Suwito, Penasehat Kamra Jawa Tengah, Rabu (24/6/2009).
Menurut Suwito anggota Kamra diangkat secara sah menurut hukum oleh pemerintah setelah menikuti pendidikan selama tiga minggu di SPN Banyubiru.Surat Keputusan pengangkatan itu tertangal 18 Februari 1999 dan ditandatangani oleh Menhan.
"Kami meminta agar pemerintah mempertimbangkan sumber daya Kamra supaya bisa digunakan kembali untuk menjaga keamanan. Kami siap menjadi anggota Satpol PP atau Polisi Hutan meskipun harus dikirim ke luar pulau Jawa maupun pedalaman," ucap Suwito.
Jika permintaan itu tak terpenuhi, mantan anggota Kamra tetap menuntut agar pemerintah mencarikan pekerjaan lain bagi mereka. Sampai saat ini mereka mengaku tak menerima tunjangan dalam bentuk apapun dari pemerintah.
"Pemerintah harus segera duduk bersama dengan pengurus eks Kamra untuk menyelesaikan masalah ini," pintanya.
Saat dibubarkan pada 31 Desember 2000, Suwito mengaku hanya dikumpulkan di Polwiltabes Semarang dan diberitahu telah dipurnatugaskan tanpa jalan keluar yang jelas akan dialihkan ke pekerjaan apa.
"Kami sudah lama sabar menanti tapi masalah ini tak juga selesai. Kami sebenarnya malu untuk demonstrasi. Tapi kami lakukan juga karena masalah ini tak kunjung selesai," ujar Suwito.
Dalam demonstrasi itu beberapa di antara mereka ada yang mengenakan seragam Kamra. Menurut Christianto, Ketua Kamra Jawa Tengah, jumlah anggota Kamra di Jateng sekarang mencapai 4.000 orang.
"Di Semarang dari 822 orang kini tersisa 700 karena ada yang sudah masuk TNI/Polri. Kami ingin mengabdi pada negara. Kami ingin Kamra eksis kembali," kata Christanto.
Menurut Christanto pada tahun 2000 Kamra dibubarkan dengan alasan tidak ada anggaran. Namun baginya itu bukan alasan untuk kemudian melupakan bekas anggota Kamra.
Dalam aksi tersebut para bekas anggota Kamra itu juga mengatakan siap mengamankan Pilpres 2009 sebagai bentuk bela bangsa. "Kami tidak menerima uang sepeser pun dari pemerintah. Ini keluar dari hati nurani kami sebagai anak bangsa," jelas Suwito.
(Fitra Iskandar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.