(insiderescortsecrets.com)
TAIPEI - Pemerintah Taiwan memulai proses untuk melegalkan praktik prostitusi, sehingga membuat negeri itu sebagai tempat terakhir di dunia yang mendekriminalisasi profesi tertua di dunia itu.
Dalam enam bulan, pemerintah akan menghentikan hukuman terhadap para pekerja seks Taiwan, setelah para pelacur sukses berkampanye untuk diberikan perlindungan yang sama seperti klien mereka.
"Para klien kerap dibebaskan, namun para pelacur dihukum. Itu tidak adil," ujar juru bicara pemerintah Su Jun-pin, seperti dilansir Reuters, Rabu (24/6/2009).
Kabinet Taiwan akan mengeluarkan sejumlah aturan dalam enam bulan, dan ketika aturan baru tersebut dijalankan, ada sejumlah wilayah yang diizinkan sebagai tempat prostitusi.
"Ini seperti memancing," kata Su. "Kegiatan ini mungkin saja legal, namun di beberapa tempat anda tidak boleh melakukannya."
Taiwan melarang prostitusi 12 tahun lalu, namun sejumlah wilayah di ibu kota Taipei masih dipenuhi oleh para pekerja seks yang beroperasi diam-diam, seperti di bar, klub malam, ataupun lantai-lantai teratas di gedung-gedung bertingkat. Sebelum 1997, kegiatan prostitusi diizinkan di Taiwan di bawah regulasi pemerintah. Namun setelah tahun itu, prostitusi dinyatakan ilegal oleh Dewan Kota Taipei.
Collective of Sex Workers and Supporters (COSWAS), sebuah lembaga advokasi bagi para PSK menyebut ada 600.000 orang yang terkait dengan aktivitas prostitusi di Taiwan.
Namun, sejumlah kelompok keagamaan menentang kebijakan baru itu.
Taiwan merupakan tempat terakhir yang melegalkan prostitusi. Sebelumnya Selandia Baru telah mengizinkan rumah-rumah bordil untuk beroperasi secara bebas pada 2003.
(Nurfajri Budi Nugroho)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.