Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Demokrat: SBY Tak Perlu Minta Maaf Soal Pidatonya

Dede Suryana , Jurnalis-Rabu, 22 Juli 2009 |11:22 WIB
Demokrat: SBY Tak Perlu Minta Maaf Soal Pidatonya
A
A
A

JAKARTA - Berbagai pihak meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta maaf secara terbuka, menyusul pidato yang disampaikannya usai peristiwa ledakan Mega Kuningan. Namun, kubu Partai Demokrat menilai permintaan tersebut tak berdasar.

"Pidato Pak SBY sudah benar, jadi kenapa harus meminta maaf," ujar Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul saat berbincang dengan okezone, Rabu (22/7/2009).

Menurut Ruhut, pihak-pihak yang menganggap pidato SBY itu kontroversial, hanyalah orang-orang yang merasa tersinggung dengan pernyataan SBY yang dinilai mengaitkan peristiwa bom Kuningan dengan Pilpres 2009.

"Yang menganggap pidato itu menjadi polemik adalah orang-orang yang kebakaran jenggot, yang tersindir dengan pidato SBY. Karena pidato itu murni pernyataan Pak SBY sebagai presiden," imbuhnya.

Dia juga meminta Masyarakat Pengawal Demokrasi (MDM) yang meminta Bawaslu menyelidiki pidato SBY, untuk tidak mengatasnamakan demokrasi hanya untuk kepentingan sepihak.

"Jangan pernah mengatasnamakan demokrasi. Negara kita ini sudah sangat demokratis. Dan sebagai kepala negara, pidato itu pasti sudah dipikirkan matang-matang. Jadi desakan permintaan maaf itu hanya datang dari pasukan hati saja," jelasnya.

Sebelumnya, MDM, Kubu pasangan Megawati-Parabowo, dan kubu pasangan Jusuf Kalla Wiranto meminta SBY meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia pascaledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton pekan lalu. Pidato SBY tersebut dinilai tidak relevan dengan kejadian sebenarnya.

(Dede Suryana)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement