SIDOARJO - Siapa pembunuh Alfiani (39), istri kontributor RCTI Sidoarjo, Bambang Pramono, akhirnya terungkap. Seperti diduga sebelumnya, pelakunya tak lain Aridi (bukan Ariyadi) yang merupakan tetangga korban di Perumahan Pesona Permata gading (PPG) 2, Desa Bluru Kidul, Kecamatan Sidoarjo.
Penetapan tersangka lelaki yang selama sebulan menjalin hubungan gelap dengan korban diungkapkan langsung oleh Kapolwiltabes Surabaya Kombes Ike Edwin dalam gelar perkara di Gedung Call Center Mapolres Sidoarjo, Senin (14/12/2009) sore.
Padahal, sebelumnya dalam kasus ini sempat mengarah ke Bambang Pramono sebagai pelaku. "Tersangka dalam kasus pembunuhan ini adalah Aridi. Penetapan status tersangka itu diawali pengakuan Aridi yang mengaku sebagai pembunuh Alfiani, Senin (14/12) sekira pukul 03.00 WIB," ujar Ike Edwin.
Aridi diperiksa secara intensif dan maraton sejak diamankan Rabu (9/12/2009) pekan silam. Bahkan dalam pengakuan tersebut, Aridi juga mengakui bagaimana dan alat apa yang digunakan untuk membunuh korban. Â
Tersangka mengaku menggunakan balok kayu ukuran 3 X 4 sepanjang 37 centimeter untuk memukul kepala korban.
Dari pengakuan itu, Senin pagi sekira pukul 10.00 WIB, puluhan petugas Sat Reskrim kembali mendatangi TKP di Perum PPG 2 blok XX-01, rumah kontrakan korban untuk balok kayu itu. Akhirnya, bukti kunci itu ditemukan di rerimbunan ilalang yang berjarak sekitar 4 meter di sisi barat rumah korban.
Kapolwiltabes juga membeber bagaimana Aridi membunuh Alfiani. Selain membenturkan kepala korban di tembok, pelaku juga memukul kepala korban bahkan meninju mulut korban.
"Setelah korban hingga tersungkur ke lantai yang dilapisi karpet warna merah. Selanjutnya, tersangka menghantam kepala bagian belakang Alfiani," ujar Ike Edwin yang didampingi Kapolres Sidoarjo AKBP M Iqbal.
Belum cukup, kepala Alfiani kembali diraihnya dan dibentur-benturkan ke lantai hingga benar-benar tewas. Pelaku kemudian meninggalkan korban begitu saja tersungkur di lantai.
Apa motif pelaku hingga tega membunuh korban?. Kapolwiltabes, menjelaskan, Aridi diduga kesal karena sering dimarahi korban. Sesuai pengakuan pelaku, korban sering mempersoalkan motor Honda Blade miliknya yang digadaikan pelaku.
Selain itu, Alfiani yang konon sudah berselingkuh dengan Aridi selama sekitar delapan bulan, juga minta segera dinikahi pelaku yang sudah punya dua istri tersebut. Bahkan, korban juga sering mengancam pelaku akan membeber hubungan mereka ke istri pelaku.
"Jadi dari serangkaian permasalahan itu, kekesalan pelaku sudah sangat akumulatif hingga nekat membunuh korban," imbuh Kapolres Sidoarjo M Iqbal.
Pengungkapan kasus itu sendiri memakan waktu cukup lama. Butuh waktu seminggu sejak Alfiani ditemukan tewas, Senin (7/12) pekan lalu. Hal itu karena polisi sangat berhati-hati untuk menyimpulkan dan menetapkan pelakunya. Bahkan, polisi awalnya sempat menjerat pelaku dengan pasal pencurian ponsel korban.
"Pelaku sudah kita jerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Tersangka diancam hukuman diatas 5 tahun sampai penjara seumur hidup," papar Ike Edwin.
Untuk mengungkap kasus ini, polisi bukan hanya mengamankan sebanyak enam item BB. Tapi juga melakukan pemeriksaan terhadap 15 saksi. Mulai dari saksi Ny. Sumiati, hingga saksi Maria Theresa Stefani, tetangga korban.
Sumiati, perempuan asal Dusun Kanginan Desa Kayunan, Kecamatan Ploso, Kediri, yang indekos di tanah irigasi di belakang rumah korban inilah yang banyak memberikan informasi tentang keterlibatan Aridi. Dalam waktu dekat, polisi akan segera melakukan rekonstruksi untuk memperjelas dugaan-dugaan terhadap tersangka.
Setelah membunuh korban, Aridi juga mendatangi paranormal dikawasan Perak. Dia minta semacam jampi-jampi agar bisa luput dari incaran polisi karena sudah membunuh Alfiani.
Dari paranormal inilah yang menjadi salah satu petunjuk bagi polisi untuk menguak kasus ini. Aridi dan Alfiani sebelumnya memang kerap datang ke rumah paranormal itu. Â
Dalam paparan yang disampaikan Kombes Ike Edwin membuat Bambang Pramono yang ikut dalam gelar perkara tersebut, melelehkan air mata. Pramono mengaku gembira sekaligus sedih. Gembira, karena pelaku yang membunuh istrinya telah ditemukan.
Pramono mengaku sedih lantaran dia tak menyangka telah berbulan-bulan dikhianati istri yang telah sekitar 12 tahun mendampingi hidupnya. Dia tidak menyangka kalau yang membunuh adalah Aridi. Selama ini dia dan Aridi sebagai tetangga kenal baik.
"Saya tidak menyangka, kok setega itu dibunuh. Walaupun selama ini saya dan istri cekcok dan akhirnya tidak sepaham lagi, miris juga melihat istri dibunuh," ungkap Pramono.
(Dadan Muhammad Ramdan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.