Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

RS Telogorejo Larang Perawat Pakai Jilbab

Thomas Joko , Jurnalis-Senin, 15 Februari 2010 |13:53 WIB
RS Telogorejo Larang Perawat Pakai Jilbab
ilustrasi (wordpress)
A
A
A

SEMARANG - Fitri Satyaningsih (33), karyawati bagian gizi Rumah Sakit Telogorejo Semarang mengadukan nasibnya pada anggota dewan DPRD Jateng, Senin (15/2/2010).  
 
Dia merasa diperlakukan tidak adil karena dilarang mengenakan jilbab oleh manajemen rumah sakit selama bekerja.
 
"Pada saat awal bekerja di RS Telogorejo saya memakai jilbab saat berangkat kerja tapi melepasnya saat mengerjakan tugas-tugas rumah sakit. Dan saya memakainya kembali jika usai bekerja. Istilahnya jilbab bongkar pasang," tutur Fitri Satyaningsih yang telah bekerja 13 tahun di RS Telogorejo.
 
Namun, bongkar pasang jilbab itu berakhir karena pada 12 Januari 2010 Fitri menekadkan hatinya untuk tidak melepas jilbab meskipun sedang bekerja.
 
Tapi tindakannya itu ternyata menuai kemarahan pihak manajemen RS Telogorejo. "Saya sudah membuat dan mengajukan surat izin ke manajemen untuk diizinkan memakai jilbab selama bekerja. Tapi pihak manajemen mengatakan tidak bisa menerima," terangnya.
 
Tapi Fitri sudah membulatkan tekad untuk tetap berjilbab meskipun harus dipecat. Tapi ternyata pihak manajemen rumah sakit tidak mau memecatnya.
 
"Padahal menurut saya dengan memakai jilbab tidak akan mengurangi kadar pekerjaan dan RS tidak dirugikan. Mereka mengatakan bahwa saya melanggar standar seragam RS," kata Fitri.
 
Mereka pun sempat melakukan musyawarah namun masing-masing pihak tetap pada pendapatnya. Pada 25 Januari 2010 Fitri kembali dipanggil oleh pihak manajemen.
 
Putusannya adalah wanita dua anak itu tidak boleh bekerja dan hanya disuruh duduk-duduk di teras depan house keeping dari pagi hingga sore. "Mereka mengatakan bahwa perlakuan itu berlaku selamanya," ujarnya.
 
Fitri mengatakan dalam kontrak kerja secara tertulis tidak ada poin yang mengatakan pelarangan memakai jilbab. Tapi personalia tetap menyatakan itu dilarang.
 
"Tak hanya saya saja yang dilarang memakai jilbab. Banyak teman saya yang takut memakai jilbab," jelasnya saat menemui fraksi PKS siang ini.

(TB Ardi Januar)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement