JAKARTA - Sejak dirawat 24 Maret lalu di Rumah Sakit Ludwig-Maximilians-Universitat, Klinikum Gro'hadern, Munchen, Jerman, kondisi mantan Ibu Negara Hasri Ainun Habibie tidak pernah mengalami kemajuan.
Hal tersebut diungkapkan putra bungsu pasangan BJ Habibie dan Hasri Ainun, Thareq Kemal, kepada wartawan di kediaman duka, Jalan Patra Kuningan, Jakarta, Selasa (25/5/2010).
"Setelah operasi keadaan selalu memburuk. Karena setiap operasi kepukul mundur, kepukul mundur. Di waktu yang sama, dokter bilang harus rehabilitasi. Bayangkan empat minggu pertama, operasinya dua hari sekali," tuturnya.
Dengan keadaan itu, lanjut Thareq, Ainun seperti tidak diberi waktu untuk melakukan rehabilitasi fisiknya oleh dokter. Selain itu penyakit yang diderita Ainun cukup kompleks membuat Ainun hanya memiliki kemungkinan kecil untuk lepas dari penyakitnya.
"Operasinya itu diperut. Penyakitnya sudah menyebar di perut, hati, juga empedu yang kena. Colon juga harus dioperasi, pankreasnya juga kena, dan harus dipotong. Itu memerlukan waktu, karena setiap ada infeksi harus dibuka lagi. Kalau ada yang bocor dibuka lagi, dilihat kenapa," paparnya.
Namun walaupun gagal menyembuhkan ibunya, Thareq tidak kecewa dengan penanganan dokter. "Itu sudah maksimal mereka usahakan. Mereka sudah tahu yang mereka laksanakan. Tetapi hasil akhirnya begini, hanya di tangan Allah SWT," ucapnya.
(Hariyanto Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.