YOGYAKARTA - Dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2011, beberapa fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) terutama Partai Golkar mengusulkan dana aspirasi atau dana pembangunan daerah pemilihan
sebesar Rp15 miliar per anggota DPR.
Hal tersebut sangat ironis di tengah rencana kenaikan tarif dasar listrik, kenaikan harga elpiji 3 kg, dan pencabutan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) premium. "Dana aspirasi tersebut hanya semakin menunjukkan inkonsistensi parlemen untuk memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujar pengamat politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Suswanta di kampus UMY, Jumat (17/6/2010).
Suswanto melihat, dana aspirasi ini merupakan titik temu kepentingan antara parlemen dengan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jilid 2. Saat ini pemerintahan SBY mengalami delegitimasi atau penurunan kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan diakibatkan berbagai kasus yang terjadi seperti kasus Century yang melibatkan personel pemerintahan, dan
masalah pajak.
Oleh karena delegitimasi tersebut, pemerintah butuh dukungan dari parlemen. Parlemen pun menaikkan daya tawarnya dengan meminta dana aspirasi. "Kemungkinan besar pemerintah akan menyetujui karena jika usulan DPR tersebut tidak diikuti, maka dikhawatirkan kasus Century akan dibuka kembali. Jadi sama-sama menguntungkan,” katanya.
Sejauh ini dia menilai ada kekurangpahaman para anggota DPR mengenai tugas dan fungsi DPR itu sendiri. Ada tiga hal yang menjadi tugas DPR yakni legislasi, budgeting, dan pengawasan. Menurutnya, DPR tidak memiliki tugas untuk melakukan pembangunan di daerah dan urusan pembangunan adalah tugas eksekutif dan bukan legislatif. “Itu kan sebenarnya tugas eksekutif, kenapa mereka justru ikut mengurusinya,” imbuh Suswanta.
Dalam pandangan Suswanta pro dan kontra tentang dana aspirasi di internal DPR itu hanya sandiwara saja. Karena pada dasarnya semua fraksi terutama partai-partai besar diuntungkan dengan adanya dana aspirasi tersebut sebagai investasi partai khususnya untuk Pemilu 2014.
(Dadan Muhammad Ramdan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.