Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Populasi Harimau Sumatera Tersisa 400 Ekor

Rohmat , Jurnalis-Senin, 12 Juli 2010 |13:53 WIB
Populasi Harimau Sumatera Tersisa 400 Ekor
A
A
A

DENPASAR - Populasi harimau langka asal Sumatera semakin kritis. Jumlahnya terus menurun dan kini tersisa 400 ekor atau 12 persen dari populasi harimau di dunia.

Berdasar data Kementerian Kehutanan, saat ini harimau berada dalam kondisi kritis di mana spesies hewan langka tersebut di dunia hanya sekira 3.200 ekor.
“Ada enam sub spesies harimau yang masih tersisa dan terancam punah yakni harimau Sumatera, Bengal, Amur, Indocina, Cina Selatan dan Malaya,” kata Kepala Bidang Analisa dan Penyajian Informasi dalam rilisnya yang diterima okezone di Denpasar, Senin (12/7/2010).
 
Keberadaan harimau tersebut semakin terancam punah yakni hilang dan terfragmentasinya habitat yang tidak terkendali. Selain itu berkurangnya jumlah mangsa alami, perburuan dan perdagangan ilegal serta konflik dengan masyarakat yang tinggal di sekitar habitat harimau.
 
“Saat ini sub spesies harimau Sumatera telah menyusut hampir 50 persen dalam kurun 25 tahun terakhir,” paparnya. Bahkan sekira 70 persen dari habitat yang tersisa itu, berada di luar kawasan konservasi yang tersebar di 20 petak hutan yang terisolasi satu dengan lainnya.
 
“Kondisi itulah yang menempatkan Indonesia sebagai negara kunci dalam pelestarian harimau dunia,” tandas Bintoro.
 
Kini dalam upaya pelestarian dan penyelamatan enam sub spesies langka harimau di dunia, Kementerian Kehutanan menggandeng “Global Tiger Initiative-World Bank” menjadi tuan rumah pertemuan membahas masa depan harimau sebagai satwa langka yang harus dlindungi dari kepunahan.
 
Pertemuan yang berlangsung di Hotel Ayodya, Nusa Dua itu berlangsung mulai hari ini hingga 14 Juli dihadiri 13 negara yang memiliki harimau alam. Negara negara itu adalah Indonesia, Bangladesh, Vietnam, Bhutan, Kamboja, Laos, Malyasia, Nepal, Rusia dan Thailand. Selain itu pertemuan dihadiri sejumlah lembaga donor.
 
“Pertemuan ini sebagai persiapan sebelum digelarnya konferensi internasional konservasi harimau tingkat kepala negara “world Tiger Summit” di Saint Petersburg, Rusia pada 15 hingga 18 September 2010,” sebut dia.
 
Diharapkan dari pertemuan di Bali tersebut, para delegasi bisa merumuskan naskah rencana pemulihan harimau dunia sebagai kesepakatan antar negara untuk pelestarian harimau termasuk harimau Sumatera, agar bisa populasinya bisa meningkat dua kali pada tahun 2012.
 
Dalam pertemuan yang dibuka Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan pagi tadi, diharapkan pula lahir semangat dan keseriusan negara negara peserta untuk menyelamatkan harimau dari kepunahan. “Bukan hanya menyelamatkan harimau sebagai satwa langka yang dilindungi namun juga menyelamatkan habitat harimau tersebut,” katanya.
 
Ditambahkan Bintoro, populasi harimau yang baik merupakan indikator hutan yang sehat karena harimau butuh habitat yang sangat luas dan mangsa yang banyak.
 
“Hutan yang baik bukan hanya membawa manfaat dan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitarnya, semisal untuk daerah resapan, penyedia air bersih dan sumber makanan dan obat obatan,” tambah dia.

(Lusi Catur Mahgriefie)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement