DENPASAR - Dewa Putu Yadnya (57), seorang kakek warga Banjar Kwanji, Dalung, Kuta Utara, Badung akhirnya tewas setelah jempol tangannya digigit anjing yang diduga rabies.
Korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, Rabu 11 Agustus sekira pukul 16.15 Wita. Korban yang sempat dirawat kurang dari 24 jam di ruang isolasi Ruang Nusa Indah sebelum akhirnya mengembuskan nafas terakhirnya pukul 14.25 Wita tadi, Kamis (12/8/2010).
"Jika melihat gejala dan indikasi klinisnya, ada dugaan korban meninggal karena terkena virus rabies," jelas dr I Gusti Bagus Ken Wirasandhi Sekretaris Tim Penanggulangan Rabies RSUP Sanglah, Denpasar kepada wartawan.
Pihaknya telah melakukan tes air liur dan air mata korban, hanya saja hasil uji laboratoriumnya untuk membuktikan terkena virus rabies membutuhkan waktu lama. Wirasandhi menjelaskan, saat korban masuk rumah sakit, terus mengalami sesak nafas. Bahkan korban juga tidak lagi bisa menelan makanan.
"Gejala klinisnya mengarah pada rabies biasanya setelah terkena gigitan anjing kondisi kesehatannya terus menurun," ujar Wirasandhi.
Dari keterangan pihak keluarga, diketahui korban pernah digigit anjing piaraan di rumahnya. Korban digigit anjing sejak enam bulan lalu pada bagian jempol kanan tangannya. Namun, pascagigitan anjing gila korban tidak mendapat perawatan lebih lanjut. "Dari pengamatan kami riwayat Virus Anti Rabies (VAR) nya negatif," imbuh dia.
Selain itu, kata Wirasandhi, luka bekas gigitan anjing tersebut tidak pernah dicuci. Usai menggigit majikannya anjing gila tersebut enam bulan kemudian mati. Padahal biasanya usai menggigit korban anjing terduga rabies langsung mati dua minggu kemudian. Berdasar pantauan di Rumah Sakit Sanglah, setidaknya setiap harinya ada 10 pasien terkena gigitan anjing yang meminta suntikan VAR.
(TB Ardi Januar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.