Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Unwim Harus Melebur dengan ITB

Unwim Harus Melebur dengan ITB
Salah satu sudut kampus Unwim, Jatinangor (istimewa)
A
A
A

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta Universitas Wiyana Mukti (Unwim) legawa melebur dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai pengelola aset milik pemprov berupa tanah yang saat ini dijadikan kampus Unwim.

“Yang kami bela saat ini adalah meningkatkan SDM di Jabar. Karenanya, saat ini kami meminta segenap civitas Unwim legawa dilebur dengan ITB sebagaimana diatur dalam perjanjian kerja sama (PKS) antara Pemprov Jabar dengan ITB,” ujar Heryawan usai halalbihalal di Gedung PKK Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, kemarin.

Dia mengharapkan dengan peleburan tersebut, Unwim dapat lebih maju. “Daripada kurang maju, lebih baik dilebur dengan ITB,” katanya.

Menurut Heryawan, dalam perjanjian dengan ITB, sama sekali tidak ada kerugian yang akan diderita Unwim, karena dalam perjanjian itu telah ditawarkan kepada Unwim untuk melebur dengan ITB secara keseluruhan. ”Sekarang tinggal kemauan Unwim, kalau mau saya kira selesai segala masalahnya. Dengan melebur, saya yakin akan menjadi lebih bagus lagi,” ungkap mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini.

Dalam perjanjian dengan ITB sudah dijelaskan klausulnya termasuk tawaran untuk meleburkan Unwin dengan ITB. Upaya kerja sama pengelolaan ini sebagai salah satu usaha yang dilakukan Pemprov Jabar dalam melebur aset-asetnya. Berdasarkan undang-undang, telah dijelaskan yayasan tidak boleh lagi membiayai aset yang dimilikinya. Karena itu, menindaklanjuti pengelolaan aset ini, pemprov bekerja sama dengan ITB untuk pengelolaannya. Sebab, saat dikelola Unwim, aset tersebut tidak menguntungkan.

“Kami bersepakat bahwa ini menjadi proses lama sejak saya belum menjabat gubernur dan ditandatangani pengelolaan aset-aset baik tanah maupun gedung yang dikuasai Unwim agar diserahkan kepada ITB,” papar Heryawan.
Menurut dia, penawaran Pemprov Jabar kepada Unwim sebagai solusi yakni melebur dengan ITB. Kemudian, dosen, mahasiswa, dan tenaga administrasi lainnya turut dilebur juga. “Pemprov Jabar hanya memiliki aset saja. Namun, kami tentunya tidak mau merugikan Unwim sebagai yayasan pendidikan,” tandasnya.

Kepala Bappeda Jabar Denny Djuanda menjelaskan, pihaknya yang menfasilitasi perjanjian kerja sama antara pemprov dan ITB telah ditetapkan aset tanah yang saat ini digunakan Unwim sepenuhnya dikelola ITB. “Yang jelas, konsepnya adalah bagaimana mengintegrasikan Unwim ke ITB. Itu yang menjadi prinsip kami untuk menyelamatkan Unwim sebagai lembaga pendidikan dan aset daerah yang saat ini dijadikan Kampus Unwim,” ujarnya.

Sekadar mengingatkan, ITB resmi mengambil alih status pengelolaan Unwim dari Pemprov Jabar sejak awal tahun ini. ITB dan pemprov menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) hak pengelolaan yang diserahkan pemprov kepada ITB. Untuk itu, hak pengelolaan tiga kampus Unwim sepenuhnya milik ITB. Masa transisi pengalihan sendiri hingga 2012. Sementara hak pengelolaan ITB hingga 30 tahun sejak tahun ini. (Tantan Sulthon/sindo)

(Rani Hardjanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement