Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

85% Dosen-Staf Unwim Bergabung ke ITB

85% Dosen-Staf Unwim Bergabung ke ITB
Image: corbis.com
A
A
A

BANDUNG – Sekira 85 persen atau 242 dari 291 dosen dan karyawan Universitas Winaya Mukti (Unwim) memutuskan bergabung dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Sebelumnya, mereka diberi formulir untuk memilih apakah akan tetap menjadi dosen dan karyawan Unwim atau bergabung dengan ITB.

Penanggung Jawab/Pengelola Kampus ITB-Jatinangor Indratmo Soekarna mengatakan akan segera memverifikasi data para dosen yang menyatakan kesediaannya bergabung dengan kampus teknik tertua di Indonesia itu. “Salah satu aspek yang akan diverifikasi adalah catatan akademis, yang di antaranya menjelaskan dosen tersebut lulusan universitas mana dan tahun berapa lulusnya,” ujarnya kemarin.

Indratmo mengungkapkan, para dosen dan karyawan yang lolos verifikasi ditempatkan di Kampus ITB-Jatinangor untuk mengelola kampus tersebut selama masa transisi. Masa transisi berdasarkan perjanjian kerja sama (PKS) antara Pemprov Jabar dan ITB selama tiga tahun terhitung sejak awal 2010, sehingga saat ini hanya tersisa dua tahun. “Verifikasi kemungkinan selesai pada Desember 2010. Jadi, tahun ini sudah ada kepastian mengenai status dosen dan karyawan yang menyatakan bergabung dengan ITB,” tuturnya.

Menurut Indratmo, para dosen dan karyawan Unwim yang menyatakan bergabung terdiri dari dosen koordinator perguruan tinggi swasta (kopertis), dosen dan karyawan organik, atau dosen dan karyawan tetap Unwim. Dosen kopertis di Unwim berjumlah 50 orang dan yang menyatakan bergabung 23 orang. Ke-23 dosen tersebut berstatus pegawai negeri sipil (PNS). “Untuk yang organik, hampir semuanya menyatakan bergabung,” katanya.
Sementara, dosen yang memutuskan tidak bergabung dengan ITB, sebagian besar merupakan dosen yang mendapatkan pekerjaan di perguruan tinggi lain.

ITB juga akan berkoordinasi dengan kopertis terkait pemindahan dosen yang berstatus dosen kopertis PNS. “SK (surat keputusan) akan dikeluarkan langsung oleh Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Kemdiknas,” ucapnya.  Tidak hanya itu, ITB akan menggelar pelatihan bagi para dosen dan karyawan Unwim yang memutuskan bergabung untuk penyesuaian iklim kerja di ITB. “Bagi para dosen yang belum sesuai dengan standar ITB, misalnya belum bergelar S-3, kami akan sekolahkan,” imbuh Indratmo.

Rektor Unwim Endang Sufiadi mengatakan, sebelum masa transisi usai, para dosen dan karyawan yang bergabung dengan ITB berkewajiban bekerja untuk Unwim dan hak-haknya ditanggung sepenuhnya oleh ITB. Beberapa dosen yang tidak memilih bergabung disebabkan tekanan psikologis yang khawatir bakal terjadi pelayanan berbeda antara dosen eks-Unwim dan dosen asli ITB.

Endang menyatakan, dosen dan karyawan yang menolak bergabung tetap berada di bawah naungan Yayasan Winaya Mukti dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab yayasan. Pihaknya melalui Yayasan Winaya Mukti telah mengajukan permohonan pengadaan aset kepada Pemprov Jabar. Hal itu agar kampus tetap memiliki gedung setelah pemprov menyerahkan hak pengelolaan bangunan eks kampus Unwim di tiga lokasi kepada ITB. Dia berharap pemprov menyisakan sebagian aset untuk Unwim di kampus ITB-Jatinangor yang total luasnya mencapai 497.125 m2.

Terkait pernyataan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan yang menyatakan Unwim harus legawa dilebur dengan ITB, Endang menanggapi dingin. Menurutnya, pihak Unwim akan bersikap legawa seandainya peleburan sesuai aturan dan tidak hanya menguntungkan beberapa pihak. (krisiandi sacawisastra/sindo)

(Rani Hardjanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement