Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mahasiswa Unwim Tolak Integrasi dengan ITB

Krisiandi Sacawisastra , Jurnalis-Rabu, 24 November 2010 |19:52 WIB
Mahasiswa Unwim Tolak Integrasi dengan ITB
Kampus Unwim
A
A
A

BANDUNG - Mahasiswa Universitas Winaya Mukti (Unwim) Bandung menolak rencana Institut Teknologi Bandung (ITB) yang membuka kesempatan bagi mahasiswa Unwim untuk berintegrasi dengan kampus berlambang gajah duduk tersebut.

Rektor Unwim Endang Sufiadi mengklaim, meski ITB belum secara resmi membuka penawaran integrasi, namun para mahasiswa sudah terang-terangan menyatakan penolakannya secara lisan. “Mereka tetap mau menyelesaikan kuliahnya di sini (Unwim),” kata Endang di Bandung, Rabu (24/11/2010).

Unwim memiliki 730 mahasiswa yang masih aktif berkuliah. Mereka rata-rata tergabung dalam angkatan 2009 tersebar di Fakultas Teknik, Ekonomi, Pertanian, dan Kehutanan. Sebagian besar dari mereka minimal lulus pada 2013 nanti.

Sebelumnya, Penanggungjawab/Pengelola Kampus ITB Jatinangor Indratmo Soekarna mengungkapkan selain dosen dan karyawan, ITB juga membuka kesempatan bagi mahasiswa Unwim untuk berintegrasi dengan ITB. Untuk itu, ITB berencana untuk membuka kelas khusus di Kampus Jatinangor untuk penyesuaian.

Seperti diketahui, berdasarkan kesepakatan dengan Pemprov Jabar sebagai pemilik aset, ITB diberi kewenangan penuh pengelolaan aset-aset Unwim. ITB dan Pemprov meneken Perjanjian Kerja sama (PKS) hak pengelolaan yang diserahkan Pemprov pada ITB. Masa transisi pengalihan sendiri hingga 2012 mendatang.

Pada PKS tersebut, pemprov menyerahkan hak kelola aset berupa tanah 497.125 M2 di Jatinangor, Kabupaten Sumedang; tanah 6.410 M2 di Tanjung Sari, Sumedang; serta tanah seluas 1.000 M2 plus bangunan di Jalan Pahlawan, Kota Bandung, kepada ITB.

Endang memaparkan, para mahasiswa tersebut menolak karena ketidakjelasan program integrasi yang digagas ITB. “Misalnya, apakah di ITB ada prodi (program studi) Agroteknologi. Kan tidak ada. Jadi bagaimana mereka mau melanjutkan?” tanya Endang.

Penolakan mahasiswa juga didasarkan pada aturan kampus yang berbeda. Hal itu berdampak pada sisi psikologis mahasiswa yang bisa jadi tidak kuat secara mental. “ITB itu kan seleksinya ketat. Sementara di sini berbeda. Nah, ada kemungkinan para mahasiswa Unwim juga ketakutan untuk masuk pada sistem yang sudah dibangun oleh ITB,” tutur Endang.

Lalu, di mana tempat kuliah para mahasiswa yang tersisa mengingat PKS menyebutkan pada akhir tahun ini, Unwim harus menanggalkan aset-asetnya? “Sampai sekarang kita belum terpikir. Kita masih tawar menawar kepada Pemprov Jabar agar menyisakan aset bagi kita, jangan semua diberikan pada ITB,” jawab Endang.

Dihubungi terpisah Rektor ITB Akhmaloka membenarkan, tak terealisasinya rencana mengintegrasikan mahasiswa Unwim ke ITB. “Kata pihak Unwim, mau diselesaikan di sana (Unwim). Bukan di ITB,” ucapnya.

Akhmaloka mengatakan, sebelum masa transisi rampung, maka mahasiswa Unwim masih bisa menggunakan aset di 6.410 M2 di Tanjung Sari. “Nah, jika transisi selesai, maka kita akan ambil alih sepenuhnya. Sesuai dengan PKS,” tandas Akhmaloka.

Sebelumnya, sebanyak 85 persen atau 242 dari 291 dosen dan karyawan Universitas Unwim memutuskan untuk bergabung dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). ITB sendiri memberikan penawaran pada seluruh dosen dan karyawan Unwim untuk memilih apakah akan tetap menjadi dosen dan karyawan Unwim atau akan bergabung dengan ITB.

(M Budi Santosa)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement