SEORANG pengunjung Pasar Seni ITB 2010, Didi, 26, mengaku tidak merasakan perbedaan signifikan antara Pasar Seni 2006 dan 2010.
Menurut dia, tidak ada terobosan dan inovasi berarti pada kegiatan empat tahunan ini. ”Sama-sama saja sih. Tidak ada wahana yang wah. Tapi dari sisi kreativitas, luar biasa sekali,” ungkap warga Kota Cimahi ini. Sementara pengunjung lainnya, Tari, 22,warga Tamansari, mengaku sangat menikmati Pasar Seni ITB tahun ini. ”Saya banyak berbelanja. Banyak barang karya seni yang unik dan bagus. Harganya pun murah,” tukasnya.
Pasar Seni ITB yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga pukul 18.00 WIB kemarin dibuka oleh Menbudpar Jero Wacik, disaksikan Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda, Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Lex Laksamana, Rektor ITB Akhmaloka, dan Dekan Fakultas Seni dan Desain (FSRD) ITB Biranul Anas. Prosesi pembukaan berlangsung pukul 09.45 WIB. Acara ini dikunjungi puluhan ribu orang dari kalangan mahasiswa hingga masyarakat umum yang berburu berbagai produk seni, menyaksikan pertunjukan seni hingga hasil kreativitas mahasiswa. Mereka menyemut di sepanjang Jalan Ganeca hingga gerbang ITB.
Sekira 350 stan seni dan komunitas menyediakan aneka karya seni kelas galeri dan busana kreatif dengan harga murah. Para seniman pun menjadikan Pasar Seni ITB sebagai media ekspresi dengan menghadirkan happening art, atraksi seni, dan aksi-aksi teatrikal. Dihadirkan pula karya instalasi para seniman dari Bandung, Jakarta, Amerika Serikat, dan Jerman. Salah satunya patung seniman Nyoman Nuarta bertajuk ”Tiga Mojang” yang sempat menjadi kontroversi saat masih ditempatkan di Perumahan Harapan Indah, Bekasi Barat. Patung tiga gadis berkemben setinggi lima meter ini dipajang tepat di depan pintu masuk Boulevard ITB. Sayang, hanya dua dari tiga patung yang masih utuh karena rusak saat dibongkar dari tempat sebelumnya.
Para pengunjung sangat menikmati delapan wahana di dua zona yang disiapkan panitia. Di Zona Mengingatkan, terdapat wahana menara jamming. Di sana, para pengunjung tidak dapat mengakses komunikasi melalui telepon seluler sebab zona tersebut dapat menetralisasi sinyal seluler. Selain itu, ada kamar vibrator. Di dalam kamar yang dilengkapi perabotan layaknya rumah tinggal ini, para pengunjung merasakan gempa buatan. Ada juga Wahana Zona Tradisi yang menampilkan beragam kesenian dan kebudayaan Sunda.
Selain itu, terdapat Wahana Sawah yang mengingatkan kita bahwa sawah menjadi suatu bentuk seni, teknik, dan teknologi yang akhirnya berkesinambungan dan memberikan makna. Pasar Seni ITB pun menyajikan Wahana Museum Masa Depan, Wahana Neraka, Wahana Air Doa, dan Wahana Bamboo Beat. Sampai jumpa pada Pasar Seni ITB 2014! (Krisiandi Sacawisastra/sindo)
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.