JAKARTA - Mbah Maridjan semasa hidupnya acapkali memimpin ritual pelarungan sesajen ke Gunung Merapi. Pemandangan ini seolah-olah memposisikan pria abdi dalam keraton Yogyakarya itu sebagai penganut Islam kejawen.
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menampik anggapan pemilik gelar Raden Ngabehi Soeraksohargo itu adalah penganut Islam kejawen.
“Mbah Maridjan cara pengamalan agamanya secara NU, bukan kejawen,” terang Ketua LTM PBNU KH Abdul Ghoni kepada okezone di Jakarta, Kamis (28/10/2010).
Di PBNU, Mbah Maridjan merupakan syuriyah (penasihat) ranting NU Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.
Juru kunci Gunung Merapi itu meningal dunia setelah terkena dampak letusan Merapi pada Selasa 26 Oktober. Jenazahnya ditemukan dalam posisi bersujud di rumahnya keesokan harinya. Siang tadi jenazah Mbah Maridjan telah dimakamkan.
(Anton Suhartono)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.