YOGYAKARTA - Sri Sultan Hamengkubuwono X menanggapi dingin sikap Mbah Maridjan yang tidak bersedia meninggalkan lereng Merapi saat Wedhus Gembel turun pada Selasa 26 Oktober lalu.
“Kan sudah ada pihak yang berwenang memperingatkan dia untuk turun, harusnya manut (bersedia) turun,” kata Sri Sultan Hamengkubuwono X di Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (29/10/2010).
Sri Sultan pun tidak mungkin menjemput Mbah Maridjan untuk turun mengungsi. “Kalau saya ketemu Maridjan, ya dia yang harus turun,” tandasnya.
Saat 2006 lalu, tambah Sri Sultan, Mbah Maridjan tidak turun untuk mengungsi malah dijadikan pahlawan.
“Teman-teman pers yang tidak konsisten. Saat 2006 lalu, Mbah Maridjan tidak mau turun malah menjadi pahlawan. Sekarang kena malah dipersoalkan terus bagaimana. Menentang kok malah diidolakan,” keluhnya.
Sekadar informasi, Mbah Maridjan menolak untuk turun saat Wedhus Gembel menerjang wilayahnya pada Selasa lalu. Akibatnya, Mbah Maridjan ditemukan meninggal di dalam rumah dalam posisi sujud.
Kabar yang beredar, sebelum Mbah Maridjan meninggal sejumlah petugas meminta juru kunci ini untuk mengungsi. Namun pemberitahuan itu tidak diidahkan dan Mbah Maridjan meninggal akibat panasnya Wedhus Gembel.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.