Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Seorang TKI Bali Dipulangkan dari Mesir

Rohmat , Jurnalis-Minggu, 06 Februari 2011 |00:02 WIB
Seorang TKI Bali Dipulangkan dari Mesir
WNI Tiba dari Mesir (Koran SI)
A
A
A

DENPASAR - Diam-diam seorang TKI asal Bali bernama Ni Gusti Ayu Ketut Budiartini telah dipulangkan ke tanah air dari Mesir oleh pihak usernya lewat penerbangan sipil Singapores Airlines (SQ).

"Kami merasa kecolongan, kehilangan jejak tiba-tiba yang bersangkutan sudang pulang dan tidak melaporkan kepulangannya ke instansi terkait, langsung dipulangkan usernya," kata Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, (BP3TKI) Bali, Ilham Achmad kepada Okezone, Sabtu (5/2/1011).
 
Ilham mengatakan, dirinya baru mengetahui keberadaan Budiartini telah pulang ke kampung halamannya di Kecamtan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, justru dari seorang TKI asal Bali lainnya Ni Made Sasri, saat dihubungi lewat telpon hari ini.

Diperoleh informasi jika Budiartini yang bekerja di Concorde Hotel di Kairo, telah dipulangkan oleh usernya bernama Abdul Hamid Baidowi menggunakan pesawat sipil bukan pesawat yang  biasa dipakai untuk para TKI yang masuk Kloter (kelompok terbang) yakni Garuda Indonesia.

"Budiartini terbang dari Kairo menuju Singapura dengan pesawat Singapore Airlines (SQ) dan barulah setelah dari Singapura menuju Bali menggunakan pesawat Garuda," bebernya.

Hingga kini, pihaknya masih mencari informasi untuk mengkonfimasikan seputar kepulangan Budiartini ke pihak usernya yakni Baidowi yang beralamat di PO BOX
561 Kairo. "Kami sangat menyayangkan kenapa TKI kita dipulangkan tanpa lebih dulu melapor ke Kedubes atau instansi berwenang lainnya," katanya.

Pasalnya, jika dikemudian hari muncul persoalan menyangkut hak-haknya sebagai TKI, maka tentu saja akan menyulitkan kepengurusannya. "Dengan melaporkan keberadaanya ke instansi berwenang itu agar nantinya jelas hak-haknya jika muncul
masalah-masalah berkaitan dengan ketenagakerjaan," papar dia.

Budiartini adalah TKW kelahiran 19 September 1976 itu bersama delapan orang lainnya bekerja di Mesir dan diberangkatkan lewat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bali tahun 2010. Saat ini, 18 TKI asal Bali lainnya masih bertahan dan bekerja di Mesir.  "Hanya ada dua TKI asal Bali yang tinggal di Kairo yakni Budiartini dan Sasri yang kini masih bekerja seperti biasa," katanya menambahkan.

Di pihak lain, guna memudahkan komunikasi dan koordinasi BP3TKI Bali maupun keluarga, sambung Ilham, telah menjadikan Sasri sebagai salah satu mentor di Kairo, yang akan berkomunikasi dengan para TKI asal Bali dan KBRI, untuk menyampaikan kondisi terakhir selama kekacauan di Mesir.

(Dadan Muhammad Ramdan)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement