JAKARTA - Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mendesak pemerintah menuntaskan pengusutan kekerasan yang dilatarbelakangi persoalan suku, ras dan agama (sara)
“Pangkal soalnya sudah jelas, ada penghakiman dari sebagian kelompok Islam yang menyatakan ajaran Ahmadiyah sesat. Penyesatan inilah yang membuat kelompok Ahmadiyah mengalami diskriminasi secara sistematik. Kelompok yang paling kuat menyuarakan soal sesatnya Ahmadiyah ini adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang didukung kelompok-kelompok garis keras,” ujar aktivis PMII Kaisar Abu Hanifah kepada okezone, Selasa, 8 Februari 2011.
Menurutnya, pemerintah seharusnya memberi perlindungan dan besikap netral bukan malah menjadi provokator. “Celakanya pemerintah yang mestinya netral malah ikut mengamini penghakiman sepihak ini. Melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) yang dikeluarkan oleh Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, dan Jaksa Agung pada 2008, ruang gerak Ahmadiyah pun dibatasi. Kebencian inilah yang melandasi berbagai penyerangan terhadap warga Ahmadiyah. Mereka diburu, tempat ibadahnya dirusak. Anak-anak Ahmadiyah bahkan ada yang kesulitan sekolah karena rumah mereka dihancurkan,” ungkapnya.
Hal yang sama juga dikatakan oleh Ketua Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ahmad Syauqi mendesak pemerintah untuk segera menindak tegas pelaku kekerasan tersebut. “Pembunuhan ini harus diusut. Pelakunya harus cepat ditangkap dan diadili,” ucapnya.
Senada dengan Kaisar dan Syauqi, Ketua Nasional Nahdliyyin Nusantara (NAHNU), Miftahul Aziz, mendesak pemerintah untuk membubarkan ormas-ormas yang suka melakukan kekerasan.
“Lebih dari itu, pemerintah harus membubarkan organisasi yang terbukti melakukan pelanggaran HAM. Pasti akan terjadi banyak debat soal pembubaran ormas-ormas pro-kekerasan ini. Tapi kalau semua dilakukan demi melindungi keamanan warga negara, kenapa tidak?” pungkasnya.
(Ferdinan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.