Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
Tolak Kenaikan SPP

Ratusan Orangtua Siswa SD Terpadu Pahoa Demo

Hasan Kurniawan , Jurnalis-Selasa, 22 Maret 2011 |17:26 WIB
Ratusan Orangtua Siswa SD Terpadu Pahoa Demo
ilustrasi
A
A
A

TANGERANG- Ratusan orangtua siswa SD dan SMP Terpadu Pahoa, di Jalan KH Dewantara, Kelurahan Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang menggelar aksi demonstrasi menolak rencana kenaikan uang pangkal dan SPP. Rencananya sekolah akan menaikan Sumbangan Pendidikan dan Pembangunan (SPP) pada 31 Maret 2011.

Dalam aksinya, para orangtua siswa membawa spanduk bertuliskan sekolah Pahoa ingkar janji karena menaikkan biaya SPP dan uang pangkal sekolah lebih dari 10 persen.

Setelah 15 menit berorasi di halaman sekolah, pengunjukrasa meringsek masuk ke dalam sekolah. Mereka ingin bertemu langsung menyampaikan tuntutan ke manajemen sekolah. Karena dihalangi sejumlah keamanan, kericuhan pun terjadi. Namun, tidak sampai terjadi adu pukul.

Lima menit kemudian, manajemen sekolah memanggil perwakilan demonstran untuk berdialog. Saat pertemuan berlangsung, kericuhan kembali pecah. Kali ini terjadi antara keamanan sekolah dengan rombongan wartawan yang melakukan peliputan berita.

Kericuhan dipicu karena larangan mengambil gambar pertemuan orangtua dengan manajemen sekolah. Dalam kericuhan tersebut, kamera salah seorang wartawan televisi lokal sempat dirampas petugas keamanan dan didorong hingga terjatuh.

Dian, salah seorang wali murid siswa SD dan SMP Terpadu Pahoa mengatakan, sebelumnya pihak sekolah berjanji akan menaikkan SPP dan uang pangkal sebesar 10 persen.

Namun pada kenyataannya, sekolah menaikkan SPP dan uang pangkal lebih dari 10 persen. Untuk SD, uang pangkal naik dari Rp 600 ribu menjadi Rp 950 ribu. SMP dari Rp 1.450 juta menjadi Rp 2 juta. 

"Pahoa telah ingkar janji dengan kesepakatan yang telah dibuat dengan alasan jika naik 10 persen sekolah merugi," ujarnya, kepada okezone, Selasa (22/3/2011).

Orang tua siswa lainnya, Wahyu mengatakan, Sekolah Terpadu Pahoa tidak transparan dalam pengelolaan dana keuangan. "Jika tanggal 31 Maret 2011 sekolah tetap menaikkan uang pangkal dan SPP, kami akan melakukan aksi yang lebih besar," terang pria yang juga lulusan Pahoa ini.

(Stefanus Yugo Hindarto)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement